Proyek Sampah Jadi Listrik RI Bisa Tekan Emisi Karbon 640 Ribu Ton CO2

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 08/07/2026 14:35 WIB
Foto: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali yang dikembangkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 640 ribu ton CO2 per tahun.

Adapun, peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya dilakukan pada Rabu (8/7/2026) bersamaan dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan proyek tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, lingkungan, dan penyediaan energi bersih.


"Dari sisi lingkungan, PSEL Bali juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton CO2 per tahun. Jadi begitu Pak Menteri Lingkungan Hidup dan juga Pak Wamen izin," kata Pandu dalam acara Peresmian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali, Rabu (8/7/2026).

Selain menekan emisi, fasilitas PSEL Denpasar Raya juga ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau lebih dari 40% timbulan sampah di Bali.

Dari sisi energi inisiatif, proyek ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Tak hanya itu, proyek bernilai Rp3 triliun tersebut diperkirakan menciptakan 1200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gak Cuma PSEL, Ini Jurus Atasi Masalah Sampah Masyarakat RI