Muncul Fenomena Orang Tua Ikut Bantu Cari Kerja untuk Anak di Job Fair
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ramainya pencari kerja yang memadati Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026, pemandangan berbeda terlihat di antara antrean pelamar. Tak sedikit orang tua yang ikut mendampingi anaknya berburu pekerjaan, mulai dari sekadar menemani hingga memberi semangat menghadapi ketatnya persaingan di pasar kerja.
Salah satunya Aina Farha, lulusan S1 Ilmu Hukum Universitas Esa Unggul angkatan 2023. Meski berlatar belakang hukum, perempuan berusia 24 tahun itu mengaku membuka peluang di berbagai bidang pekerjaan, mulai dari administrasi, sales, HR hingga posisi lain yang sesuai dengan kebutuhannya saat ini.
"Saya nyari macam-macam sih, admin bisa, sales bisa, HR juga bisa. Lulusan S1 Ilmu Hukum tahun 2023. Selama ini freelance edit video dan bikin skrip untuk YouTuber. Kalau ada kerja di bidang hukum juga enggak apa-apa, bidang lain juga saya terbuka," kata Aina.
Sejak lulus kuliah, Aina belum memperoleh pekerjaan penuh waktu. Selama ini ia mengisi waktu dengan bekerja sebagai freelancer editor video yang dipelajari secara otodidak menggunakan aplikasi CapCut. Menurutnya, tantangan terbesar saat melamar kerja bukan pada pilihan posisi, melainkan syarat pengalaman kerja yang hampir selalu diminta perusahaan.
"Kesulitannya di pengalaman. Kebanyakan perusahaan butuh pengalaman, sedangkan saya belum punya pengalaman. Jadi belum dikasih kesempatan. Yang bisa dilakukan sekarang ya lebih giat cari kerja sambil upgrade skill, ikut pelatihan atau seminar," ujarnya.
Perempuan asal Jonggol, Kabupaten Bogor, itu juga mengaku sudah beberapa kali mengikuti job fair. Namun untuk kegiatan di Jakarta Selatan ini menjadi pengalaman pertamanya. Ia datang dengan mengendarai sepeda motor bersama sang ayah yang sengaja menemaninya selama proses melamar pekerjaan.
"Sejauh ini baru tiga kali ikut job fair, sebelumnya di Bogor. Ke sini dari Jonggol naik motor berdua sama ayah. Memang beliau nemenin," katanya.
Di sisi lain, sang ayah, Farhan, mengaku tak ragu meluangkan waktu mengantar putrinya berburu pekerjaan. Selain ingin memberikan dukungan, ia juga merasa lebih tenang jika bisa mendampingi anak perempuannya selama mengikuti job fair yang dipadati ribuan pencari kerja.
"Saya memang nemenin. Sekalian menjaga juga karena anak perempuan. Kalau job fair di Jakarta baru kali ini, sebelumnya di Bogor," kata Farhan.
Farhan juga melihat persaingan mencari pekerjaan saat ini jauh lebih berat dibandingkan ketika dirinya masih berada di usia produktif. Menurutnya, lulusan baru kini harus bersaing dengan pencari kerja yang telah memiliki pengalaman hingga korban pemutusan hubungan kerja yang kembali masuk ke pasar tenaga kerja.
"Sekarang cari kerja susah sekali. Persaingan tambah banyak, beda sama zaman saya dulu. Dulu lebih gampang cari kerja, sekarang susah banget," ujar Farhan.
(fys/wur) Add
source on Google