Belanja Negara Bakal 102,6% dari Pagu 2026, Begini Penjelasan Purbaya

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 15:10 WIB
Foto: (Dok. Biro KLI, Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, realisasi belanja negara akan melampaui pagu yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Berdasarkan outlook APBN 2026, realisasi belanja negara akan mencapai Rp 3.942,4 triliun atau 102,6% dari target Rp 3.842,7 triliun. Lebih tinggi 14,8% dari realisasi tahun lalu Rp 3.435,5 triliun.

"Untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, dan tambahan otsus (otonomi khusus)," kata Purbaya saat Laporan Semester (Lapsem) I-2026, di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2026).


Purbaya mengatakan, lebih tingginya belanja negara dari pagu ini sudah termasuk mempertimbangkan tambahan belanja Rp 132 triliun utnuk pembayaran kewajiban pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi energi.

Pemerintah juga mengusulkan pergeseran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) ke BA kementerian atau embaga (K/L) dan/atau sebaliknya dalam rangka memperkuat jaminan sosial bidang kesehatan dan kapasitas K/L untuk melaksankan tupoksi dan layanan.

Belanja negara yang meninggi dari pagu itu disebabkan belanja pemerintah pusat diramal 103% dari target, yakni Rp 3.245,5 triliun dari sebelumnya Rp 3.149,7 triliun, terdiri dari belanja K/L yang akan 107,9% dari target dan belanja non K/L 98,5% dari target. Sementara itu, untuk komponen transfer ke daerah (TKD) 100,6% dari target menjadi Rp 696,9 triliun.

Sementara itu, untuk pendapatan negara outlooknya juga akan lebih tinggi dari target, yakni Rp 3.208,1 triliun atau setara 101,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Dengan demikian, Purbaya memastikan, defisit APBN akan masih tetap terjaga di bawah batas aman UU Keuangan Negara sebesar 3% PDB, yakni 2,85% PDB atau senilai Rp 734,3 triliun. Outlook defisit ini 106,6% dari target defisit APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68% PDB.

"Saya yakin kita masih bisa menekan defisit ini ke bawah," tegas Purbaya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Sebut APBN Kuat Tanggung Subsidi Energi Saat Perang