MARKET DATA

Lebih Tinggi dari Target, Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Jadi 2,85%

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
07 July 2026 14:07
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Penyampaian Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (2/7). (Dok.Biro KLI Kemenkeu)
Foto: (Dok.Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, outlook defisit APBN hingga akhir 2026 akan sebesar 2,85% PDB atau senilai Rp 734,3 triliun.

Ia mendasari outlook ini dari realisasi kinerja APBN sepanjang semester I-2026 yang defisit 0,78% PDB atau setara Rp 196,5 triliun.

"Outlook defist Rp 734,3 triliun, persentase 2,85% PDB. Saya yakin bisa tekan defisit ini ke bawah," ungkap Purbaya saat Laporan Semester (Lapsem) I-2026 di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2027).

Outlook defisit APBN ini mempertimbangkan pendapatan negara yang diramal akan terkumpul Rp 3.208,1 triliun atau setara 101,7% dari target APBN 2026. Lalu, Belanja negara Rp 3.942,4 triliun atau setara 102,6% dari target.

"Peran APBN sebagai shock absorber pada saat harga minyak tinggi. Kita tidak naikkan bbm subsidi, untuk pemerintah itu bagus jaga stabilitas," paparnya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya: Defisit APBN Capai Rp196,5 Triliun di Semester I-2026


Most Popular
Features