Purbaya: Defisit APBN Capai Rp196,5 Triliun di Semester I-2026

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 13:47 WIB
Foto: Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan & Gubernur BI. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I-2026 mengalami defisit sebesar Rp 196,5 triliun atau secara persentase sebesar 0,76%.

"Defisit APBN dijaga di batas aman. Kalau kita pakai cara sama 6 bulan 0,7% berarti kalau setahun (defisit) 1,52%. Mereka akan tetap bilang anggaran parah. Ini angka terhadi betulan," kata Purbaya dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).


Purbaya menilai sepanjang tahun, defisit APBN akan melesat naik karena adanya akumulasi belanja pada semester II. Namun, dia memastikan angka defisit APBN 2026 akan tetap berada di bawah 3%.

Lebih lanjut, sepanjang semester I-2026, pendapatan tercatat mencapai pendapatan negara Rp 1.459,4 triliun yang mencapai 46,3% dari target APBN dan tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/yoy).

"Penerimaan pajak sebesar Rp 1.187,8 triliun atau mencapai 44,1% dari target APBN dan tumbuh 21,4% secara tahunan atau yoy," ungkap Purbaya.

Kemudian, pada semester I-2026, belanja negara Rp 1.656,0 triliun dengan tingkat penyerapan 43,1% dari pagu APBN dan tumbuh 17,8% (yoy). Secara rinci, kinerja belanja negara ini terdiri dari belanja pusat Rp 1.296,8 triliun dengan tingkat serapan 41,2% dari pagu dan tumbuh 29,4% (yoy).


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Prabowo Akui Banyak Gaji Guru Tidak Layak Lantaran Uang Negara Dicuri