Internasional

Pesawat Hantam Gedung Tertinggi Beijing China, Pilot Diduga Bunuh Diri

tfa, CNBC Indonesia
Rabu, 08/07/2026 09:35 WIB
Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas China mengungkap fakta baru terkait insiden pesawat ringan yang menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing pada Juni lalu. Pemerintah menduga sang pilot sengaja mengarahkan pesawat ke bangunan tersebut untuk mengakhiri hidupnya.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.55 waktu setempat itu menewaskan pilot di lokasi kejadian dan melukai 13 orang yang berada di dalam gedung. Peristiwa ini juga memicu pertanyaan besar mengenai bagaimana sebuah pesawat ringan dapat memasuki wilayah udara pusat ibu kota China yang selama ini dikenal memiliki sistem pengawasan sangat ketat.


Pihak berwenang menyatakan pesawat olahraga ringan bermesin tunggal berkapasitas dua kursi itu menyimpang dari jalur penerbangan yang telah disetujui sebelum menabrak sebuah gedung tinggi di Distrik Chaoyang, dekat Jalan Lingkar Ketiga Timur.

"Pilot menyimpang dari area penerbangan yang telah disetujui, kehilangan kontak dengan bandara tempat lepas landas, lalu menabrak gedung dan meninggal di lokasi," demikian pernyataan Pemerintah Distrik Chaoyang, dikutip Reuters, Rabu (8/7/2026).

Meski pemerintah tidak menyebut nama bangunan yang ditabrak, Reuters mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai Menara CITIC atau China Zun, gedung setinggi 528 meter dengan 108 lantai yang merupakan bangunan tertinggi di Beijing.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan dua panel kaca besar di bagian atas fasad gedung pecah akibat benturan. Investigasi resmi terkait insiden tersebut masih berlangsung.

Diduga Sengaja Bunuh Diri

Data pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat bernomor registrasi B-12PP lepas landas dari Bandara Shifosi, Beijing, sebelum terbang menuju pusat kota. Sinyal terakhir pesawat tercatat sekitar 6 kilometer dari Menara CITIC dengan kecepatan sekitar 191 kilometer per jam.

Dengan kecepatan tersebut, pesawat diperkirakan masih mampu mencapai gedung dalam waktu sekitar dua menit setelah titik pelacakan terakhir. Namun Reuters tidak dapat memverifikasi jalur penerbangan setelah sinyal pesawat hilang.

Hampir sepekan setelah kecelakaan, pemerintah China mengungkap identitas pilot, yakni pria bermarga Liu berusia 66 tahun yang merupakan warga Beijing. Menurut otoritas, Liu telah lama mengalami insomnia dan gangguan kecemasan.

Dari hasil penyelidikan, buku harian miliknya berulang kali memuat keinginan untuk mengakhiri hidup. "Buku hariannya berulang kali menyebut keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Insiden ini disebabkan oleh alasan pribadi," ujar Pemerintah Distrik Chaoyang.

Pesawat yang digunakan merupakan Sunward Aurora SA60L, pesawat olahraga ringan buatan China bermesin tunggal dengan dua kursi. Berdasarkan spesifikasi pabrikan, pesawat tersebut memiliki kecepatan jelajah sekitar 220 km/jam, jangkauan hingga 1.200 kilometer, serta mampu terbang pada ketinggian maksimum sekitar 4.200 meter.

Reuters juga melaporkan materi promosi yang mereka telaah mengindikasikan pesawat tersebut kemungkinan dioperasikan oleh Dongshi Shuangyue General Aviation yang berbasis di Beijing. Namun, pihak perusahaan belum dapat memastikan apakah pesawat bernomor registrasi B-12PP memang merupakan armadanya.

Keamanan Wilayah Udara Dipertanyakan

Investigasi Reuters juga menemukan potensi insiden yang lebih serius beberapa menit sebelum tabrakan terjadi. Data Flightradar24 menunjukkan sebuah Airbus A330-300 milik Hainan Airlines yang sedang mendekati Bandara Internasional Ibu Kota Beijing sempat melakukan go-around atau membatalkan pendaratan ketika pesawat ringan tersebut melintasi koridor kedatangan bandara.

Meski kedua pesawat memiliki selisih ketinggian lebih dari 1.000 kaki, data penerbangan memperlihatkan pesawat komersial itu sempat menaikkan ketinggian secara tajam. Ini sebelum akhirnya mendarat melalui jalur berbeda.

Insiden tersebut turut memicu sorotan terhadap keamanan penerbangan ketinggian rendah di China yang tengah berkembang pesat. Reuters melaporkan sejumlah operator penerbangan wisata dan perusahaan penerbangan umum menghentikan sementara operasional sambil menunggu arahan regulator.

Meski pemerintah menyimpulkan insiden dipicu oleh alasan pribadi sang pilot, banyak pihak masih mempertanyakan bagaimana pesawat tersebut dapat menembus wilayah udara sensitif di pusat Beijing tanpa berhasil dicegah terlebih dahulu.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertemuan Putin-Xi Jinping Berlangsung Hari Ini