MARKET DATA
Internasional

Menteri Geram Harga BBM Tak Kunjung Turun Meski Minyak Dunia Anjlok

tfa,  CNBC Indonesia
07 July 2026 16:40
Smuggled Nigerian petrol on display with the price of a liter and a half in bottles at a roadside in Garoua, Cameroon June 21, 2023. REUTERS/Desire Danga Essigue
Foto: REUTERS/DESIRE DANGA ESSIGUE

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang harga bahan bakar minyak (BBM) di Nigeria semakin memanas setelah pemerintah mendesak pelaku industri segera menurunkan harga bensin. Jika biaya pasokan terus menyusut, harga BBM di negara tersebut diproyeksikan bisa turun hingga di bawah 800 naira atau sekitar Rp10.400 per liter, seiring pelemahan harga minyak mentah dunia.

Menteri Negara Sumber Daya Minyak Nigeria, Heineken Lokpobiri, menilai harga bensin yang berlaku di SPBU saat ini tidak lagi mencerminkan kondisi pasar. Ia menegaskan harga yang dibayar masyarakat "tidak mencerminkan biaya minyak mentah".

"Pendapat saya adalah bahwa harga saat ini tidak mencerminkan biaya sebenarnya," katanya usai pertemuan dengan regulator, Kilang Dangote, dan pelaku industri hilir di Abuja, seperti dikutip Business Insider Africa, Selasa (7/7/2026).

Lokpobiri menjelaskan, saat harga minyak acuan Brent sempat melonjak hingga US$118 atau sekitar Rp2,11 juta per barel (kurs Rp17.900/US$), harga bensin domestik langsung ikut naik. Namun kini Brent telah turun ke kisaran US$71 atau sekitar Rp1,27 juta per barel, sementara harga bensin di SPBU belum mengalami penyesuaian yang sebanding.

"Ketika harga Brent mencapai US$118, harganya naik dengan cepat. Sekarang harganya turun drastis. Mengapa tidak turun dengan cara yang sama?" ujarnya.

Pemerintah mengakui sebagian pelaku usaha masih menjual stok lama yang dibeli saat harga minyak lebih tinggi. Namun, menurut Lokpobiri, pasokan baru kini diperoleh dengan biaya yang jauh lebih rendah sehingga penghematan tersebut seharusnya segera diteruskan kepada konsumen melalui penurunan harga grosir maupun eceran.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah meminta Nigerian Midstream and Downstream Petroleum Regulatory Authority (NMDPRA) memperketat pengawasan pasar dan meningkatkan transparansi harga. Pemerintah juga menegaskan deregulasi sektor hilir harus menghasilkan persaingan yang sehat dan harga yang lebih murah bagi masyarakat, bukan sekadar meningkatkan margin keuntungan pelaku usaha.

Sinyal penurunan harga juga datang dari pelaku industri. Presiden Independent Petroleum Marketers Association of Nigeria (IPMAN), Abubakar Shettima, mengatakan para pemasar independen siap memangkas harga lebih dalam apabila biaya pasokan terus turun.

"Kapan pun ada penurunan harga, kami siap menurunkan harga bahkan di bawah 800 naira, bahkan bukan 900 naira," katanya.

Shettima mengungkapkan para pemasar independen telah memangkas harga bensin sekitar 125 naira atau sekitar Rp1.625 per liter. Ia juga menyambut baik langkah Kilang Dangote yang mulai memasok BBM langsung kepada pemasar independen karena dinilai akan meningkatkan persaingan dan menekan biaya distribusi.

"Kami mencoba untuk mendorong kilang lokal kami," ujarnya.

Sementar itu, Kepala Eksekutif NMDPRA, Rabiu Umar, mengatakan pemerintah mempertemukan regulator dan pelaku industri sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat mengenai mahalnya harga bensin meski harga minyak mentah global terus melemah. Ia optimistis pendekatan kolaboratif tersebut dapat menghasilkan penurunan harga seperti yang sebelumnya terjadi pada pasar gas petroleum cair.

Apabila tren penurunan biaya pasokan terus berlanjut dan distribusi dari Kilang Dangote semakin besar, harga bensin di Nigeria diperkirakan masih memiliki ruang untuk turun hingga di bawah Rp10.500 per liter. Penurunan harga tersebut diharapkan mampu meredam inflasi, menekan biaya transportasi dan logistik, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

(tfa/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Pede Harga Pertamax Bakal Turun, Ini Alasannya!


Most Popular
Features