Putin Ngamuk, Rusia Tembak Rudal Balistik & 351 Drone Jelang KTT NATO
Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia kembali menggempur ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan rentetan rudal balistik dan ratusan drone pada Senin (6/7/2026) waktu setempat. Serangan terjadi hanya beberapa hari menjelang berlangsungnya KTT NATO di Turki.
Serangan besar-besaran itu menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Sedikitnya 16 korban jiwa dilaporkan berada di Kyiv, sementara delapan orang lainnya tewas di kota Vyshneve di pinggiran ibu kota.
Otoritas Ukraina menyebut sekitar 30 bangunan tempat tinggal rusak akibat serangan tersebut. Di mana sekitar 500 warga harus dievakuasi dari wilayah Vyshneve.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangan tersebut dan mendesak NATO segera memperkuat sistem pertahanan udara negaranya. Zelenskyy mengungkapkan Rusia meluncurkan 68 rudal, sebagian besar merupakan rudal balistik, serta 351 drone serang dalam satu malam.
"Taktik Rusia tidak berubah, yakni menimbulkan sebanyak mungkin rasa sakit dan kerusakan bagi warga Ukraina," ujar Zelenskyy, menambahkan Ukraina mampu mencegat drone dan rudal jelajah, tetapi masih kekurangan kemampuan menghadapi rudal balistik Rusia yang jauh lebih sulit dicegat, seperti dikutip CNA dari AFP, Selasa (7/7/2026).
"Justru pada rudal balistik Rusia mempertaruhkan segalanya, maka mereka yang menginginkan perdamaian harus bertaruh pada perlindungan dari rudal balistik," tambahnya, sekaligus menegaskan Kyiv berharap ada keputusan konkret mengenai bantuan pertahanan udara dalam KTT NATO.
Saat Kyiv dihantam serangan, Ukraina juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia. Militer Ukraina mengaku berhasil menyerang kilang minyak di Omsk, Siberia, sekitar 2.500 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Zelenskyy mengatakan operasi itu menggunakan drone jarak jauh Fire Point yang telah ditingkatkan. "Siberia kini juga berada dalam jangkauan presisi Ukraina," ujarnya.
Pemerintah Rusia mengonfirmasi kilang minyak di Omsk terkena serangan drone, namun menyatakan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, militer Rusia mengklaim telah menembak jatuh lebih dari 500 drone Ukraina dalam semalam.
Gelombang serangan terbaru ini terjadi ketika upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat (AS) masih belum menghasilkan terobosan. Gedung Putih menyatakan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu Zelenskyy di sela-sela KTT NATO untuk membahas langkah mengakhiri perang, sebelum kembali melakukan komunikasi lanjutan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas industri militer serta infrastruktur energi Ukraina. Moskow mengklaim operasi itu merupakan bagian dari serangan besar-besaran terhadap target-target strategis.
source on Google [Gambas:Video CNBC]