Internasional

Khamenei Dimakamkan, Putra Pewaris Tahta Iran Mendadak Menghilang

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 06:30 WIB
Foto: REUTERS/Murad Sezer

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemakaman massal Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (5/7/2026) dipenuhi puluhan ribu pelayat. Namun, sorotan justru tertuju pada absennya Mojtaba Khamenei, putra yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan Iran, di tengah prosesi penghormatan terakhir sang ayah.

Televisi pemerintah Iran menayangkan tiga putra Khamenei, yakni Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei, memimpin doa di belakang peti jenazah sang ayah bersama empat anggota keluarga lainnya di kompleks Mosalla Agung Imam Khomeini, Teheran. Sementara itu, Mojtaba sama sekali tidak terlihat.


Seorang pelayat bahkan mengaku kecewa karena berharap dapat menyaksikan kemunculan pemimpin baru Iran tersebut.

Sampai saat-saat terakhir, sebelum doa dimulai, saya terus mengatakan kepada orang-orang di sekitar saya bahwa saya berharap Mojtaba Khamenei sendiri akan datang. Itu satu-satunya harapan kami," ujar seorang perempuan kepada kantor berita Tasnim.

Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan udara pada 28 Februari saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Konflik yang berlangsung selama sekitar empat bulan itu baru berakhir setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata yang masih tergolong rapuh.

Hingga kini, belum ada foto maupun penampilan publik Mojtaba sejak serangan tersebut. Sejumlah sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba mengalami luka serius, termasuk cedera pada wajah serta satu atau kedua kakinya, sehingga diduga belum pulih sepenuhnya.

Prosesi penghormatan kepada Khamenei berlangsung selama sepekan sebagai simbol penghormatan negara terhadap sosok yang memimpin Iran sejak 1989. Setelah sebelumnya disemayamkan untuk para pejabat tinggi dan tamu asing, peti jenazah Khamenei bersama putri, menantu, serta cucunya dipajang di area terbuka agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Puluhan ribu warga, tentara, mahasiswa seminari, hingga masyarakat umum memadati Mosalla Agung Imam Khomeini. Banyak pelayat mengibarkan bendera berisi seruan balas dendam terhadap AS dan Israel, sementara sebagian lainnya memanjatkan doa bersama. Besarnya antusiasme membuat upacara diperpanjang sekitar satu jam hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf turut hadir dalam prosesi tersebut. Masoud Khamenei terlihat menangis sambil menyeka air mata menggunakan keffiyeh ketika imam memimpin doa pemakaman.

Pemerintah Iran melanjutkan rangkaian pemakaman dengan membawa jenazah Khamenei ke kota suci Qom sebelum diterbangkan ke Najaf dan Karbala di Irak. Setelah itu, jenazah akan kembali ke Iran untuk prosesi terakhir di Mashhad sebelum dimakamkan. Pemerintah menyiapkan transportasi, makanan, dan akomodasi guna mengerahkan jutaan warga mengikuti rangkaian penghormatan tersebut.

Di tengah prosesi pemakaman, situasi politik dan ekonomi Iran juga mulai memasuki babak baru. Gencatan senjata yang dimediasi Washington disebut pemerintah Iran berpotensi memberikan manfaat ekonomi, termasuk pencairan aset Iran bernilai miliaran dolar AS yang dibekukan di luar negeri serta pelonggaran sejumlah sanksi keuangan.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan perdamaian sempat ditunda selama sepekan untuk menghormati rangkaian pemakaman Khamenei.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Amerika Serikat, Si Adidaya Yang Mulai Goyah