Selain Buat MBG, Ini Daftar Fokus Anggaran Pendidikan Rp769 T di 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pemerintah untuk terus diperbaiki, karena merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh sebab itu, anggaran pendidikan kata dia terus diperkuat dalam APBN 2026 dengan nilai mencapai Rp 769,1 triliun. Naik dari pagu dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 724,26 triliun.
"Investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya dikutip dari siaran pers kuliah umum di Universitas Diponegoro, dikutip Senin (6/7/2026).
Anggaran pendidikan pada 2026 digunakan untuk memperluas akses dan peningkatan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selain itu, pemerintah juga melakukan penajaman kebijakan beasiswa LPDP agar lebih selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Jika sebelumnya bersifat umum, kini beasiswa difokuskan pada bidang-bidang prioritas, terutama STEM dan industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.
Purbaya menekankan talenta merupakan inti dari transformasi ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) perlu dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi guna meningkatkan produktivitas, daya saing, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar US$5 triliun dan pendapatan per kapita di atas US$15.000.
Untuk mencapai target tersebut, pembangunan ekonomi harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan," tegas Purbaya.
(arj/arj) Add
source on Google