Amran Bidik Lumbung Pangan Merauke Hasilkan Rp13 T, Begini Rumusnya
Merauke, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membidik lonjakan pendapatan kawasan pertanian di Merauke, Papua Selatan, dari saat ini sekitar Rp1,3 triliun menjadi Rp13 triliun per tahun. Target itu dipasang seiring dorongan peningkatan frekuensi tanam menjadi tiga kali setahun, kenaikan produktivitas padi, hingga penguatan dukungan anggaran pertanian untuk Papua Selatan pada 2026.
Amran menyebut lahan sawah di Merauke saat ini menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,3 triliun per tahun, namun potensinya masih bisa digenjot berkali-kali lipat.
"Kalau ini dijaga dengan baik saya hitung bisa Rp13 triliun nanti pendapatannya. Tapi syaratnya 3 kali tanam, kemudian produksinya 7 ton. Sekarang ada metode baru bisa 10 ton," kata Amran dalam acara Tanam Padi Bersama di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan itu bukan target tanpa dasar. Saat ini indeks pertanaman (IP) Merauke sudah berada di level 2, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di kisaran 1,6-1,7. Artinya, petani di Merauke sudah bisa menanam padi dua kali dalam setahun, dan pemerintah kini mendorong agar frekuensi tanam itu naik menjadi tiga kali.
Amran mengatakan, produktivitas padi di wilayah tersebut juga mulai membaik. Jika sebelumnya hasil panen hanya sekitar 3 ton per hektare, kini produksi sudah bergerak ke kisaran 4 ton, 5 ton, 6 ton, bahkan 7 ton per hektare.
"Ini kemajuan untuk kesejahteraan masyarakat kita," ujarnya.
Bukan hanya produksi yang naik, Amran juga mengklaim pendapatan petani di Merauke ikut melonjak. Ia merujuk pada data yang disampaikan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, yang menyebut program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan telah mendorong pendapatan petani naik hingga 300%.
"Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data, meningkat pendapatannya 300 persen. Inilah tujuan kita," kata Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan program cetak sawah di Merauke bukan untuk korporasi, melainkan untuk masyarakat setempat. Ia menepis anggapan yang menyebut warga menolak program cetak sawah.
"Semua lahan dicetak adalah milik rakyat, milik masyarakat, putra daerah di Merauke, Papua Selatan ini," ucap dia.
Menurut Amran, justru ada permintaan tambahan pembukaan sawah baru dari masyarakat. Salah satunya datang dari Kampung Urumb yang meminta cetak sawah tambahan 2.000 hektare.
"Iya, tadi ada. Tadi minta cetak sawah 2.000 hektare ya. Ada minta di Kampung Urumb. Bahkan minta tambah. Jadi, tolong saudaraku, sahabatku, jangan diatasnamakan masyarakat di sini bahwa tidak setuju dengan kedatangan kegiatan cetak sawah," ujarnya.
Amran menambahkan, modernisasi pertanian juga mulai terlihat di Merauke. Ia menyoroti penggunaan drone untuk menanam padi, penggunaan traktor, rice transplanter, hingga combine harvester yang menurutnya menunjukkan teknologi pertanian di Merauke sudah sejajar dengan negara-negara maju.
"Tadi tanam menggunakan drone, artinya teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan, itu sejajar dengan Jepang, dengan yang digunakan di Amerika, digunakan negara-negara lain," ujar Amran.
Selain menyiapkan perluasan dan intensifikasi lahan, pemerintah juga menambah dukungan anggaran untuk Papua Selatan. Ia memaparkan, total bantuan pembangunan pertanian untuk Provinsi Papua Selatan pada 2026 mencapai Rp1.330.546.412.000 atau sekitar Rp1,33 triliun.
Anggaran itu terdiri dari tanaman pangan Rp75,955 miliar, hortikultura Rp108 juta, perkebunan Rp2,433 miliar, peternakan Rp6,482 miliar, lahan dan irigasi pertanian Rp1,144 miliar, prasarana dan sarana pertanian Rp97,393 miliar, serta perakitan dan modernisasi pertanian Rp3,497 miliar.
Di luar itu, Amran juga menjanjikan dukungan infrastruktur pascapanen yang diminta pemerintah daerah, yakni pembangunan dryer dan gudang di Merauke pada tahun ini.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, kabupatennya memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar. Dari total 4,6 juta hektare lahan yang dimiliki Merauke, sekitar 1,2 juta hektare akan diusahakan menjadi lahan pertanian produktif.
Ia menyebut program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang digulirkan pemerintah pusat mulai mengubah kapasitas produksi pertanian Merauke. Dari 17.000 hektare program cetak sawah, sekitar 3.000 hektare telah ditanami tahun lalu, dan tahun ini luas tanam serta produksi padi ditargetkan terus meningkat.
"Ada 12 distrik atau kecamatan di Kabupaten Merauke yang saat ini sedang melaksanakan cetak sawah rakyat, juga optimalisasi lahan, sehingga kalau kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke akan meningkat, bukan hanya 100%, tetapi hingga 300%," kata Yoseph dalam kesempatan yang sama.
Dengan kombinasi perluasan sawah, peningkatan IP menjadi tiga kali tanam, produktivitas yang ditargetkan tembus 7 ton per hektare, serta tambahan bantuan pertanian Rp1,33 triliun, pemerintah kini mendorong Merauke menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.
(dce) Add
source on Google