Suhu Panas Mendidih-El Nino Kuat Hantam RI, BMKG Ingatkan Wilayah Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, El Nino yang terjadi tahun 2026 ini akan mencapai level kuat.
Dari hasil monitoring BMKG pada Dasarian III Juni 2026, nilai anomali suhu permukaan laut (sea surface temperature anomaly/SSTA) di wilayah Nino 3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +1,69 (+1.56). Dikatakan, indeks ini yang menunjukkan indikasi El Nino Condition.
Hasil analisis BMKG, kondisi curah hujan di Indonesia pada Dasarian III Juni 2026 ini hanya 0,01% yang berada di level Sangat Tinggi dan 1,24% kategori Tinggi. Sedangkan 34,21% lainnya kategori Menengah dan 64,55% sisanya kategori Rendah.
Sifat hujan di periode sama ini diprediksi yang berada Jauh di Atas Normal hanya 14,83% dan di Atas Normal 10,10%. Sementara yang masuk kriteria Normal ada 13,80% dan di Bawah Normal mencapai 61,28%.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebenarnya telah memperingatkan peningkatan potensi penguatan level El Nino. Kata dia, potensi El Nino mencapai level Kuat kini sudah 98%. Dan, sebelumnya BMKG telah menaikkan peluang El Nino kuat dari potensi hanya kurang dari 20% menjadi 62%.
Faisal mengingatkan, fenomena iklim El Nino harus diwaspadai ketika berlangsung di Musim Kemarau, seperti yang terjadi saat ini.
"Yang perlu kita waspadai adalah ketika fenomena El Nino terjadi bersamaan dengan Musim Kemarau. Ini akan membuat hujan lebih sedikit, seperti yang kita alami pada tahun ini," kata Faisal dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (29/6/2026).
BMKG pun mengingatkan, Musim Kemarau di Indonesia pada tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya, akibat pengaruh El Nino dan variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia.
Peringatan BMKG
Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Juni 2026 yang dirilis BMKG hari ini, Jumat (3/7/2026) disebutkan, sebanyak 48,9% wilayah Indonesia (342 ZOM) masuk Musim Kemarau.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau sebagian kecil Jambi, sebagian kecil Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Maluku.
BMKG memperingatkan sejumlah wilayah di Indonesia agar Waspada dan Siaga bencana kekeringan meteorologis. Peringatan dini ini berlaku untuk Dasarian I Juli 2026.
Berikut wilayah yang mendapat peringatan dini kekeringan meteorologis:
- Waspada
Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan
- Siaga
Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Selatan.
Sementara, per Dasarian III Juni 2026, sejumlah wilayah di Indonesia telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) panjang hingga ekstrem panjang. Disebutkan, ada 67 titik mengalami HTH Panjang, 329 titik mengalami HTH Sangat Panjang, dan 1 titik HTH Ekstrem Panjang.
HTH Ekstrem Panjang berarti tidak mengalami hujan selama lebih 60 hari berturut-turut. Kondisi ini terjadi di pos hujan Okaba, Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang disebut tidak mengalami hujan selama 61 hari.
(dce/dce) Add
source on Google