MARKET DATA

Cerita Purbaya Dicecar Pertanyaan Soal 'Belanja Ceroboh'

chd,  CNBC Indonesia
03 July 2026 07:25
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik tiga Direktur Jenderal baru pada Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik tiga Direktur Jenderal baru pada Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercerita mengenai pertanyaan yang menyadarkan dirinya sebagai bendahara negara. Mantan bos Lembaga Penjamin SImpanan ini mengaku pernah ditanya soal kualitas belanja negara.

Sayangnya, Purbaya tidak sosok yang melontarkan pertanyaan tersebut. Menurut si penanya, sebagai Menteri Keuangan, Purbaya dinilai diam saja soal penggunaan anggaran belanja yang dinilai ceroboh.

"Saya ditanya orang tadi, katanya kan (Kementerian) Keuangan yang menguasai anggaran, kenapa banyak belanja yang ceroboh dan Anda diam saja?" kata Purbaya saat melantik eselon I di Kementerian Keuangan, Jakarta, beberapa waktu lalu (1/7/2026).

Purbaya pun memberikan jawaban yang berbelit. Namun, dia sadar bahwa pertanyaan itu sangat penting. Akibat pertanyaan ini, Purbaya pun meminta Sudarto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran yang baru membentuk tim internal untuk mempelajari setiap usulan anggaran yang ada agar tidak lagi kecolongan, termasuk mengenai anggaran pembelian motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya jawabnya muter-muter, tetapi saya pikir pertanyaannya itu betul dan mendasar kenapa kita diam saja. Nanti Anda buat tim deh di sana, di Ditjen Anggaran supaya ada tim yang mengendalikan dan mempelajari itu masalah apa enggak?" ujar Purbaya.

"Jadi betul komplain ke kita bahwa kita seperti mendiamkan," tambahnya.

Dari pengalamannya ini, dia meminta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) menjadi penjaga disiplin fiskal dan belanja negara, bukan hanya sekadar menjaga defisit. Purbaya pun mendesak Dirjen Anggaran yang baru bisa hati-hati menindaklanjuti anggaran belanja tambahan (ABT) yang ada. Dia wanti-wanti jangan sampai ABT menganggu anggaran keseluruhan.

"Semua rencana anggaran harus dilakukan secara konsisten. Artinya kalau ada ABT-ABT, Anda hati-hati follow up-nya. Jadi Anda nanti follow up-nya jangan sampai gara-gara ABT, anggaran kita terganggu. Yang penting adalah pastikan K/L mengerti bahwa disiplin fiskal yang kita akan belanjakan sesuai dengan yang dianggarkan," papar Purbaya.

Terkait dengan anggaran motor listrik MBG, Purbaya sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu menahu. Dia hanya mengetahui bahwa anggaran motor listrik itu dipotong tahun lalu. Namun dia tidak mengetahui bahwa sudah ada motor yang dibeli dari pengadaan itu.

Dengan demikian, Purbaya mengaku dirinya kecolongan. Nilai anggaran tersebut mencapai Rp1,05 triliun untuk pembelian impor 25 ribu motor listrik.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Merasa Bersalah Soal Pemotongan DBH Pemda


Most Popular
Features