Internasional

Waspada PD3! Negara NATO Mau Buat Senjata Nuklir Lawan Tekanan Rusia

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 07:11 WIB
Foto: Orang-orang mengambil bagian dalam protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina, di Vilnius, Lituania, Sabtu (26/2/2022). (AP Photo/Mindaugas Kulbis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mengumumkan bahwa para pemimpin politik tertinggi di negaranya telah sepakat untuk menghapus larangan konstitusional terkait penempatan senjata nuklir di dalam negeri. Keputusan strategis dari negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan eksklave Rusia, Kaliningrad, ini diambil di tengah situasi geopolitik yang kian memburuk.

Nauseda menegaskan bahwa para pemimpin parlemen dan pemerintah hampir bulat dalam memberikan dukungan untuk menghapus kebijakan tersebut, alih-alih hanya mengubahnya, demi mencegah Lithuania menjadi mata rantai yang lemah di dalam aliansi NATO. Perubahan ini secara otomatis menggugurkan Pasal 137 Konstitusi Lituania yang sebelumnya secara eksplisit melarang penempatan senjata pemusnah massal serta pendirian pangkalan militer asing di wilayah mereka.

"Situasi geopolitik semakin memburuk. Konstitusi kita ditulis ketika keadaan geopolitik sama sekali berbeda," tegas Presiden Gitanas Nauseda seperti dikutip dari Reuters.


Meskipun ketentuan tersebut resmi dihapus agar Vilnius dapat beradaptasi dengan perkembangan situasi keamanan di masa depan, Nauseda menambahkan bahwa saat ini belum ada rencana mendesak untuk menyimpan senjata nuklir di negara itu. Berdasarkan laporan dari lembaga penyiaran negara LRT, Nauseda menyatakan kepada para wartawan bahwa Pasal 137 dalam Konstitusi Lithuania kini telah menjadi usang dan ketinggalan zaman.

Lithuania sendiri dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia Ukraina selama lebih dari empat tahun konflik bersenjata melawan Rusia, dengan terus menggelontorkan bantuan peralatan militer serta dukungan finansial yang ekstensif.

Penghapusan larangan ini mencuat menyusul laporan dari Financial Times bulan lalu yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang dalam proses pembicaraan untuk mengamankan penempatan kemampuan nuklir baru di Eropa. Negara-negara yang berada di baris depan Garis Timur NATO, termasuk Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia, dilaporkan sangat tertarik untuk menjadi tuan rumah bagi pangkalan pesawat berkemampuan ganda (DCA) milik AS yang mampu meluncurkan serangan nuklir.

Selain itu, langkah berani ini diambil tak lama setelah para anggota parlemen di Finlandia, sesama anggota NATO yang juga berbagi perbatasan dengan Rusia, memberikan suara untuk mencabut larangan jangka panjang mereka terhadap senjata nuklir.

Ketegangan regional kian draf memuncak setelah Rusia meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) berskala besar yang menyasar kompleks militer serta bahan bakar dan energi di Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengonfirmasi lewat Telegram sedikitnya 13 orang tewas akibat serangan tersebut, di mana hari Jumat (03/07/2026) resmi dideklarasikan sebagai hari berkabung kota. Serangan masif ini memaksa Finlandia menutup sementara wilayah udara mereka di Teluk Finlandia bagian timur, sementara Polandia langsung menyiagakan dan menerbangkan jet-jet tempur mereka sebagai tindakan pencegahan.

Di tengah draf eskalasi ini, para pemimpin NATO dijadwalkan akan segera bertemu di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli untuk membahas keamanan regional serta menetapkan peta jalan pemenuhan tujuan utama aliansi.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rusia Gempur Ukraina, 8 Tewas 34 Luka