MARKET DATA

Tiru Abu Dhabi, Purbaya Siapkan Skema Pajak Khusus di PFII

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
02 July 2026 19:50
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6). (Dok. Biro KLI, Kemenkeu)
Foto: (Dok. Biro KLI, Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah akan menyediakan insentif pajak khusus dalam Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Meski belum bisa mengungkapkan deretan insentif yang disiapkan karena RUU PFII masih dibahas antara pemerintah dan DPR, Purbaya memberikan sinyal gelontoran insentif ini akan serupa dengan PFII atau International Financial Center yang ada di negara lain.

Ia mencontohkan, rumusan insentif perpajakan ini akan mengacu pada praktik di Uni Emirat Arab, tepatnya di Abu Dhabi Global Market (ADGM).

"Yang jelas insentif pajak lah, tapi nanti kita lihat di luar negeri seperti apa, salah satunya Abu Dhabi kan, dan Singapura kan sejenis itu," kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Purbaya mengatakan, ADGM menjadi lebih sesuai dengan rancangan PFII karena luas wilayahnya spesifik di daerah tertentu, tidak satu negara seperti di Singapura yang dikelola di bawah Monetary Authority of Singapore.

Di Uni Emirat Arab, juga ada Dubai International Financial Centre (DIFC) yang menawarkan insentif pajak berupa tarif pajak perusahaan hingga 0% atas pendapatan tertentu.

"Kita cari contoh di negara-negara yang enclave kecil seperti Dubai dan pusat keuangan lain," ujarnya.

"Kita enggak akan contoh Singapura, dia kan satu negara, kalau Abu Dhabi kan enclave kecil 100 km per segi," papar Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Bebaskan Pajak JHT untuk 1,64 Juta Pensiunan


Most Popular
Features