Trenggono Ungkap Nasib Terkini 100 Kampung Nelayan Merah Putih

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 17:25 WIB
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Tangkapan layar dari YouTube resmi KKP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan pada 2025, bakal beroperasi penuh pada awal tahun depan. Saat ini, pemerintah masih menuntaskan pembangunan fisik sekaligus menyiapkan kebutuhan operasional, mulai dari tenaga kerja hingga pelatihan.

Trenggono menjelaskan, dari target 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025, sebanyak 65 titik sudah rampung dibangun. Sementara sisanya, yakni 35 titik, masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.

"Akhir tahun 2025 Itu ditargetkan 65 titik sudah operasional penuh. Sekarang sedang proses transformasi untuk operasional. Ini sedang kita persiapkan tenaga kerjanya, pendidikan dan seterusnya," kata Trenggono saat konferensi pers di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).


Ia mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh 65 titik yang sudah selesai konstruksi bisa beroperasi penuh pada akhir tahun ini. Adapun untuk target 100 titik, operasional penuh ditargetkan berlangsung pada awal 2027.

"100% beroperasi mungkin kira-kira sekitar 20% dari 65 titik (untuk saat ini). Tetapi akhir tahun ini saya jamin semuanya beroperasi yang 65 titik," ujarnya.

Saat ditanya soal target 100 titik yang beroperasi penuh, Trenggono menjawab, "Awal tahun depan. Kita sedang mempersiapkan tenaga kerjanya."

Selain mengebut operasional 100 titik pertama, KKP juga sudah menyiapkan ekspansi besar pada 2026. Trenggono menyebut, pemerintah secara pararel juga akan membangun 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

"35 titik masih dalam konstruksi, yang Agustus kita kirakan selesai. Plus paralel di tahun 2026 ini kami merencanakan membangun 1.269 titik lagi di seluruh wilayah Indonesia secara serentak," tutur dia.

Menurutnya, titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk tahun depan sudah diidentifikasi. Namun, konsep pembangunannya tidak akan disamaratakan karena kebutuhan tiap wilayah berbeda-beda, menyesuaikan karakteristik kampung nelayan setempat.

"Titiknya sudah diidentifikasi, sudah ditemukan, karena ini sangat tematik. Jadi tidak bisa massal cara bangunnya, jadi tematik disesuaikan," ujar Trenggono.

Ia mencontohkan, ada wilayah kepulauan yang hanya memiliki sekitar 50 hingga 80 kapal, sehingga kebutuhan utamanya cukup berupa dermaga dan pabrik es. Namun di lokasi lain, fasilitas yang dibutuhkan bisa lebih lengkap, seperti cold storage hingga sarana pendukung perikanan lainnya.

"Ada juga titik, satu pulau kapalnya cuma ada 80, ada 50, maka dia hanya butuh misalnya dermaga sama pabrik es," kata dia.

"Ada juga yang lengkap butuh pabrik es, ada butuh juga cold storage dan seterusnya. Itu yang sedang kita persiapkan," pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat konferensi pers usai acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat konferensi pers usai acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Kampung Nelayan Merah Putih Mesin Baru Penggerak Ekonomi Pesisir