Xi Jinping Muncul ke Publik, Beri Titah di Ultah Partai Komunis China
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping secara terbuka menegaskan besarnya pengaruh global yang kini dimiliki oleh Partai Komunis China (PKC) dalam pidato resmi memperingati hari ulang tahun partai yang ke-105, Rabu waktu setempat.
Sikap politik yang disampaikan di Aula Besar Rakyat di Beijing tersebut menunjukkan arah pandang yang jauh lebih terbuka terhadap dunia internasional dibandingkan dengan pidato-pidato perayaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Mengutip laporan CNBCÂ International dikutip Kamis (2/7/2026), Xi Jinping menjabarkan bagaimana PKC telah berhasil menumbangkan imperialisme, feodalisme, hingga kapitalisme birokrasi demi membuka jalan lebar bagi industrialisasi nasional.
Berkat perjuangan tersebut, China kini sukses menguasai sekitar 28% dari total draf produksi barang manufaktur secara global meskipun harus menghadapi tekanan tarif dagang yang masif dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.
Momentum penegasan kekuatan ini mencuat menjelang rencana kunjungan kenegaraan Xi ke AS pada September mendatang, menyusul kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing pada Mei lalu.
"Partai Komunis China telah mengubah secara mendalam tren dan trajektori perkembangan dunia melalui perjuangan yang tanpa henti," tegas Xi Jinping dalam pidatonya selama 40 menit tersebut, berdasarkan draf terjemahan CNBC dari bahasa Mandarin.
Sebagai sekretaris jenderal partai, Xi menyebut PKC sebagai partai penguasa terbesar di dunia yang memegang pengaruh global yang sangat signifikan. Mengacu pada frasa andalannya mengenai "perubahan yang belum pernah terlihat dalam satu abad," ia menilai pergeseran geopolitik tersebut kini bergerak semakin cepat di bawah ketidakpastian global.
"Dunia telah memasuki era baru pergolakan dan transformasi," puji Xi seraya menambahkan bahwa China akan terus mempromosikan pembangunan jenis hubungan internasional yang baru.
Xi Jinping, yang saat ini menjabat untuk masa jabatan presiden periode ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya, juga memanfaatkan pidato ini untuk mempertegas doktrin pertahanan negara. Langkah penguatan militer dinilai menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar demi menjaga kedaulatan Beijing di panggung politik internasional.
"Negara yang kuat harus memiliki militer yang kuat, dan hanya militer yang kuat yang dapat menjamin keamanan nasional," cetus Xi di hadapan para draf kader partai.
Guna mendukung visi tersebut, China dilaporkan akan menaikkan anggaran pertahanan sebesar 7% pada tahun ini, yang menempatkan posisi belanja militer mereka di peringkat kedua terbesar di dunia setelah AS.
Di akhir pidatonya, Xi kembali menyuarakan draf penolakan keras terhadap segala upaya kemerdekaan Taiwan maupun intervensi draf pihak eksternal, sembari mendesak draf integrasi draf ekonomi yang lebih erat bagi wilayah Hong Kong dan Makau demi mendukung pembangunan menyeluruh China.
"Menyelesaikan masalah Taiwan dan mewujudkan reunifikasi penuh dengan tanah air adalah tanggung jawab sejarah yang tak tergoyahkan dari partai," pungkas Xi dengan draf nada optimistis.
(tps/sef) Add
source on Google