MARKET DATA

BPH Migas Kerja Bareng Pertamina Cegah Antrean Panjang di SPBU

ven,  CNBC Indonesia
02 July 2026 11:45
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas saat menyampaikan pemaparan dalam Energy Forum di Singosari Ballroom-Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) terus melakukan berbagai langkah mitigasi guna mencegah antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah wilayah. Hal ini dilakukan di tengah meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Solar.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan isu antrean BBM yang sempat muncul di sejumlah wilayah hanya terjadi di titik-titik tertentu dan langsung ditangani bersama Pertamina.

"Kita bersama Pertamina Grup ini terus berjibaku, best effort semuanya. Untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat seoptimal mungkin. Kalau terjadi antrian yang sifatnya short term, itu tidak bisa secara klarifikasi dan mitigasi. Kami terus segera mengurai," ujar Wahyudi saat berbicara di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, Wahyudi mengakui bahwa konsumsi BBM bersubsidi memang mengalami peningkatan, terutama untuk Solar. Hal ini seiring adanya pergeseran penggunaan dari BBM non subsidi ke BBM bersubsidi.

Setidaknya hingga hari ke 172 tahun 2026, realisasi penyaluran Solar subsidi telah mencapai 101,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau naik sekitar 1,98%.

Sementara itu, konsumsi Pertalite juga mengalami peningkatan. Adapun, pemerintah menyiapkan kuota Pertalite sebesar 29,27 juta kiloliter pada 2026 atau sekitar 21% lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal. Meski demikian, realisasi konsumsi hingga saat ini masih berada di bawah kuota.

"Untuk Pertalite ini juga konsumsinya cukup lumayan. Jadi negara menyediakan 29,27 juta kiloliter dan ini ada kenaikan kurang lebih sekitar 21 persen dari kebutuhan normal," ujarnya.

(ven/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kepala BPH Migas Beberkan Realisasi Penyaluran BBM Pertalite-Solar


Most Popular
Features