MARKET DATA
Internasional

14 Anak Tewas Tertimpa, Atap Bimbel Tiba-Tiba Ambruk

sef,  CNBC Indonesia
01 July 2026 16:40
Petugas penyelamat bekerja di lokasi tempat anak-anak dilaporkan meninggal setelah atap pusat bimbingan belajar runtuh, di Lahore, Pakistan, 30 Juni 2026. (REUTERS/Murtaza Ali)
Foto: Petugas penyelamat bekerja di lokasi tempat anak-anak dilaporkan meninggal setelah atap pusat bimbingan belajar runtuh, di Lahore, Pakistan, 30 Juni 2026. (REUTERS/MURTAZA ALI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 14 anak tewas setelah ⁠atap sebuah pusat bimbingan belajar (bimbel) ambruk di kota ⁠Lahore, Pakistan timur, Selasa waktu setempat. Layanan darurat Punjab mengatakan tim penyelamat menemukan anak-anak dan seorang guru perempuan berusia 30 tahun ⁠di bawah reruntuhan fasilitas sepulang sekolah swasta.

Dilaporkan bagaimana anak-anak yang tewas berusia lima hingga 16 tahun. Sebagian besar berusia di bawah sembilan tahun.

Menteri Penerangan Punjab Azma Bokhari mengatakan laporan awal menunjukkan pusat bimbingan belajar tersebut tidak terdaftar dan beroperasi di dalam sebuah bangunan tempat tinggal milik pribadi di bawah atap yang bobrok. Pusat-pusat pendidikan seperti ini umum ditemui di Pakistan, di mana anak-anak mengikuti pelajaran tambahan di luar jam sekolah reguler.

"Jika terjadi kelalaian, kecerobohan, atau pelanggaran hukum apa pun, mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," kata Bokhari dalam sebuah pernyataan dimuat The Guardian, merujuk Reuters dan AFP, Rabu (1/7/2026).

"Para pekerja sedang memperbaiki ubin bangunan ketika atapnya rusak," tambah laporan tersebut.

Sementara itu, stasiun penyiaran Geo News menayangkan gambar tim penyelamat berseragam dan warga sipil menggunakan sekop dan tangan mereka untuk menggali tanah dan puing-puing di bangunan yang sebagian runtuh. Kerabat anak-anak yang meninggal setelah atap pusat pendidikan runtuh di Lahore.

"Atapnya dalam kondisi buruk," kata paman salah satu korban sambil menambahkan bahwa pekerjaan perbaikan sedang dilakukan pada ubin sementara anak-anak belajar.

Di sisi lain, pihak berwenang menjanjikan penyelidikan. Polisi provinsi mengatakan pada X bahwa dua orang telah ditahan atas bencana tersebut.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan kesedihannya atas kejadian ini. Ia mengatakan dia "berdoa agar korban luka segera sembuh dan mengarahkan pihak berwenang untuk memberi mereka semua bantuan medis yang mungkin".

Runtuhnya atap dan bangunan sering terjadi di Pakistan, terutama karena standar keselamatan yang buruk dan bahan konstruksi yang tidak aman. Pada Juli tahun lalu, 27 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka ketika sebuah bangunan berlantai lima runtuh di daerah miskin Lyari di selatan kota Karachi.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kebakaran Apartemen Tewaskan 168 Orang, 9 Tersangka Hadapi Dakwaan


Most Popular
Features