MARKET DATA
INTERNASIONAL

Bocor! Putin Diam-Diam Setujui Latihan Militer Rahasia Rusia di China

tps,  CNBC Indonesia
01 July 2026 20:40
China memamerkan tiga kelas baru rudal balistik antarbenua (Inter Continental Balistic Missile/ICBM) kemampuan nuklir dalam parade militer memperingati 80 tahun kekalahan Kekaisaran Jepang. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Foto: (REUTERS/Maxim Shemetov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin melalui Menteri Pertahanannya dilaporkan telah memberikan restu tingkat tinggi secara rahasia bagi pasukan militernya untuk mengikuti pelatihan militer terselubung di China pada tahun lalu. Pelatihan militer sensitif yang melibatkan langsung sedikitnya empat jenderal senior dari kedua negara ini terendus oleh intelijen Barat dan seketika memicu alarm kewaspadaan tinggi di seantero Eropa.

Mengutip laporan The Straits Times berdasarkan dokumen rahasia Kremlin yang bocor, Rabu (1/07/2026), salah satu fokus utama dari kerja sama militer ini adalah kursus kilat selama tiga pekan yang digelar di sebuah fasilitas militer di Beijing pada November tahun lalu. Kursus intensif ini berfokus pada pertahanan radiologis, kimia, dan biologi.

Foto-foto dan laporan intelijen memperlihatkan momen saat tentara Rusia mendengarkan kuliah dari instruktur China dan mempelajari maket model reaktor nuklir. Mereka juga dilatih mengenai taktik pengintaian kimia, pengintaian radiasi, hingga proteksi sistem ventilasi udara dari kontaminasi zat berbahaya.

Dokumen militer itu menjabarkan bahwa delegasi angkatan bersenjata Rusia dikirim secara khusus ke berbagai fasilitas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Keterlibatan perwira tinggi ini berkat titah internal Menteri Pertahanan Andrei Belousov pada Agustus 2025.

Berdasarkan daftar manifes peserta, delegasi Rusia tersebut dipimpin langsung oleh Kolonel Jenderal Rustam Muradov selaku Wakil Panglima Tertinggi Pasukan Angkatan Darat Rusia. Agenda ini juga melibatkan Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov dan Mayor Jenderal Rustam Khusainov.

Dari pihak Beijing, nama Mayor Jenderal Li Jinsun selaku kepala Akademi Militer Pertahanan Radiologis, Kimia, dan Biologi PLA bersama Senior Kolonel Sun Dayun tercatat ikut menandatangani dokumen perjanjian kerja sama tersebut.

Dokumen internal militer Rusia yang diperiksa menunjukkan adanya penilaian yang beragam terkait performa latihan di kota Nanjing dan Bengbu tersebut. Laporan Rusia memuji standar peralatan tempur China yang sangat modern, penggunaan simulator canggih, serta tingkat pengetahuan teoritis instruktur PLA yang sangat tinggi.

Kendati demikian, dokumen tersebut memberikan catatan kritis bahwa militer China masih memiliki kelemahan besar, yaitu kurangnya pengalaman tempur nyata di lapangan. Rusia sendiri tercatat telah mengumpulkan pengalaman tempur masif selama lebih dari empat tahun di Ukraina, sementara militer China belum pernah terlibat dalam perang terbuka dalam beberapa dekade terakhir.

Reaksi Geopolitik dan Bantahan Keras

Langkah rahasia ini menuai sorotan tajam karena Beijing selama ini berulang kali mengeklaim posisi netral dan bertindak sebagai mediator perdamaian dalam konflik Ukraina. Meskipun Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada beberapa korporasi China yang dituduh menyokong logistik Moskow, temuan latihan tempur ini memaksa blok 27 negara tersebut menggelar diskusi tertutup guna membahas langkah pembalasan dagang yang lebih keras.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengonfirmasi bahwa Brussels telah memverifikasi aktivitas tersebut melalui saluran intelijen mandiri. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China langsung membantah keras tudingan Eropa tersebut.

"Tuduhan terkait sepenuhnya tidak mendasar. Sikap kami terhadap krisis Ukraina tetap konsisten," bantah pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China yang menepis laporan tersebut.

Kecaman senada juga dilayangkan oleh Ketua Komite Pertahanan Parlemen Rusia, Andrei Kartapolov. Ia menyebut laporan intelijen Barat itu sebagai provokasi murahan yang mengada-ada.

"Laporan tentang pelatihan itu sama sekali tidak masuk akal (complete nonsense) dan militer Rusia tidak memiliki hal apapun untuk dipelajari dari China," ketus Kartapolov kepada media RTVI.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: China dan Rusia Sepakat Meningkatkan Kerjasama


Most Popular
Features