MARKET DATA

Ekspor RI Melorot 5,73% di Mei 2026, Pertanian-Pertambangan Lesu!

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
01 July 2026 11:42
Ilustrasi PLTU Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salah satu pembangkit yang berperan penting dalam menjaga pasokan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali. (PT PLN Persero)
Foto: Ilustrasi PLTU Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salah satu pembangkit yang berperan penting dalam menjaga pasokan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali. (PT PLN Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja ekspor Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026 sebesar 5,73% setelah nilai ekspor merosot menjadi hanya sebesar US$ 23,20 miliar, dari sebelumnya pada Mei 2025 US$ 24,61 miliar.

Turunnya kinerja ekspor itu dipicu oleh ekspor migas yang merosot hingga 31,76% dari semula US$ 1,11 miliar menjadi hanya sebesar US$ 760 juta, seiring dengan merosotnya ekspor non migas 4,5% dari US$ 23,5 miliar menjadi US$ 22,45 miliar.

"Total nilai ekspor mengalami penurunan secara tahunan, utamanya didorong oleh penurunan nilai ekspor non migas," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Dari sektor non migas, seluruh komoditas andalan Indonesia mengalami kemerosotan ekspor. Terbesar ialah pertanian kehutanan dan perikanan uang melorot 20,43%, pertambangan minus 7,03%, dan industri pengolahan tekor 3,59%.

"Ini disebabkan oleh penurunan barang perhiasan dan barang berharga, penurunan CPO, peralatan listrik, logam dasar bukan besi, logam dasar mulia. Pertambangan dan pertanian juga turun," ujar Ateng.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekspor RI Tembus US$ 25,30 M pada April 2026, Tumbuh 21,98%


Most Popular
Features