MARKET DATA

Ekspor Batu Bara Anjlok 16%, CPO Malah Terbang 59,6%

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
02 March 2026 11:23
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)
Foto: Aktivitas Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia-Kinerja ekspor komoditas andalan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), besi dan baja dan batu bara tidak begitu baik pada Januari 2026. Dua dari tiga komoditas tercatat alami penurunan cukup signifikan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan batu bara secara nilai turun 16,04% (year on year/yoy) menjadi US$ 1,82 miliar. Porsi dari komoditas ini mencapai 8,56%. Secara volume juga turun 2,87%.

"Batu bara 16,04%," ungkap Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026)

Selanjutnya adalah komoditas besi dan baja dengan share 9,97% yang mengalami penurunan ekspor 0,13% menjadi US$2,12 miliar. Meski demikian secara volume naik 6,65%.

CPO menjadi satu-satunya komoditas andalan yang tumbuh positif sebesar 59,63% menjadi US$2,29 miliar dengan share 10,78%. Secara volume ekspor naik 77,07%. "Ekspor CPO dan turunannya naik 59,63%," jelasnya.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Buka TEI, Mendag Pamer Ekspor RI Tembus US$ 185 M ke Pembeli Asing


Most Popular
Features