MARKET DATA

BPS: Ekspor RI Turun 6,06% Jadi US$22,5 M pada November 2025

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
05 January 2026 11:10
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia mencapai US$22,52 miliar sepanjang November 2025. Kinerja ekspor ini didorong oleh kenaikan harga logam dan mineral terutama emas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (BPS) Pudji Ismartini menuturkan ekspor sepanjang November ini turun 6,60%. Penurunan ini disumbang oleh penurunan di ekspor non minyak dan gas (migas). Ekspor migas tercatat turun 32,88%, sementara ekspor nonmigas turun 5,09%.

"Penurunan ekspor November didorong ekspor nonmigas pada HS27 turun 18,89% dengan andil -2,77%. Lemak dan minyak hewani nabati turun 18,81% andil -2,12%. Besi dan baja turun 17,14% andil -1,71%," kata Pudji, pada rilis BRS BPS, Senin (5/1/2026).

Secara tahunan, BPS mencatat ekspor dari sektor mengalami, utamanya sektor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28% dengan andil 3,55%. Penurunan tahunan ini disebabkan nilai ekspor batu bara, bijih tembaga, lignit, neobium, bijih titanium.

Adapun, total ekspor Januari-November 2025 mencapai US$ 256,56 miliar atau naik 5,61% pada November 2025. Andil utama ekspor RI ditopang oleh sektor industri pengolahan yang meningkat 10,41% per November 2025.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BPS Catat Ekspor RI US$ 24,75 Miliar di Juli 2025, Naik 9,8%


Most Popular
Features