MARKET DATA

Breaking! Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 M di Mei

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
01 July 2026 11:45
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Ateng Hartono. (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: CNBC Indonesia/Robertus Andrianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$ 1,61 miliar. Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu.

Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$ 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$ 23,20 miliar. Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$ 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.

Adapun, dari catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025. BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas US$ 20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Nikel Sampai Alas Kaki Tambah Pundi-Pundi ke Surplus Dagang RI


Most Popular
Features