MARKET DATA

Pemerintah Jadikan 417 Keluarga Penerima Bansos Sebagai Pedagang Roti

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
01 July 2026 10:05
Ilustrasi pembuatan roti.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi pembuatan roti. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial meluncurkan program pemberdayaan untuk ratusan penerima bantuan sosial (bansos) sebagai pedagang roti.

Sebagai tahap awal, 417 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos yang diberdayakan sebagai penjual roti milik PT Sari Roti ini berada di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara simbolis melakukan peluncuran program dengan melepas sebanyak 100 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026).

"Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," kata Agus Jabo sat meresmikan peluncuran program itu, dikutip Rabu (1/7/2026).

Agus Jabo menegaskan bahwa program bantuan ini ditujukan supaya para penerima bansos bisa mencapai tahap kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri.

Ia berharap agar masyarakat bisa hidup lebih bahagia, keluar dari jurang kemiskinan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah (kolaborasi) dengan Sari Roti dengan Kamensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu, kata Pak Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Agus Jabo berpesan kepada para KPM agar terus bersemangat menjalankan pekerjaan ini hingga membuahkan hasil. Tak lupa dia juga mengingatkan para pendamping PKH untuk senantiasa melakukan pendampingan.

"Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya, menyemangati.

Nantinya para KPM akan menerima pinjaman aset maupun fasilitas untuk menunjang proses penjualan roti keliling. Sari Roti juga akan melakukan pendampingan dan training kepada KPM sebelum terjun ke lapangan.

Selain itu, juga ada tahap filterisasi, yakni seluruh KPM yang terlibat bakal disaring sesuai kemampuan masing-masing.

Mereka tidak hanya diberdayakan sebagai howker atau penjual roti keliling saja, tetapi KPM yang memiliki latar belakang tertentu mendapatkan pemberdayaan untuk menjadi karyawan pabrik hingga pelatihan UMKM.

Selama 3 bulan pertama, PT Sari Roti menggunakan sistem komisi bagi hasil. Setelah itu, akan berubah pada skema penggajian. Hingga kini, sistem penggajian tersebut masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan PT Sari Roti.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Luhut Bocorkan Perluasan Bansos RI Pakai AI, Begini Programnya!


Most Popular
Features