Internasional

AirAsia Disebut Setop Penerbangan Langsung Jakarta-Singapura

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 21:50 WIB
Foto: Air Asia. (Dok. Ariff Shah Sopian/AirAsia Berhad via Air Asia)

Jakarta, CNBC Indonesia - AirAsia dilaporkan bakal menghentikan penerbangan langsung antara Singapura dan Jakarta mulai Juli 2026. Hal ini ditunjukkan situs web maskapai tersebut, sebagaimana dimuat Selasa (30/6/2026)

Mengutip laman Singapura, Channel News Asia (CNA), Anak perusahaan AirAsia di Indonesia, Indonesia AirAsia, sebelumnya menyediakan layanan harian Singapura-Jakarta, dengan keberangkatan dari ibu kota Jakarta menggunakan nomor penerbangan QZ 264 dan penerbangan kembali menggunakan nomor penerbangan QZ 265. Meski, penerbangan ini beroperasi pada hari Selasa, tetapi penerbangan tidak muncul di bagian status penerbangan situs web AirAsia selanjutnya.


Penerbangan langsung AirAsia antara Singapura dan Jakarta juga tidak lagi tersedia untuk dipesan di situs web maskapai. Hanya ada penerbangan yang transit di Kuala Lumpur yang ditawarkan.

"Pelanggan AirAsia sebelumnya melaporkan bahwa penerbangan langsung mereka antara Singapura dan Jakarta telah dialihkan melalui ibu kota Malaysia," muat laman itu.

Indonesia AirAsia dilaporkan juga telah menangguhkan puluhan penerbangan, menurut situs web AirAsia. Di antaranya adalah penerbangan langsung antara Singapura dan Bali, yang telah ditandai dengan pernyataan "dipindahkan ke Fly-Thru via KUL" di situs web AirAsia, merujuk Kuala Lumpur.

Sementara itu, analis penerbangan setempat menilai pemutusan kedua layanan langsung tersebut bersifat permanen. Ia merujuk sebuah unggahan di LinkedIn bahwa "Indonesia AirAsia telah keluar dari Singapura setelah 17 tahun beroperasi".

CEO grup AirAsia X sendiri, Bo Lingam, mengatakan pekan lalu bahwa grup tersebut kini mengoptimalkan jaringan dengan mengalokasikan kembali kapasitas ke rute yang berkinerja lebih baik. Perusahaan juga memanfaatkan konektivitas Fly-Thru (nya) melalui Kuala Lumpur dan hub lain yang tersedia untuk menangkap permintaan secara lebih efisien.

"Kami terus memantau perkembangan dengan cermat dan secara aktif menilai jadwal penerbangan kami berdasarkan kondisi pasar dan pola permintaan yang terus berubah, dengan pembatalan atau penangguhan sementara yang diperlukan akan diimplementasikan dengan hati-hati untuk mendukung keberlanjutan jaringan jangka panjang sambil meminimalkan gangguan bagi para penumpang kami," katanya.

"Semua penumpang yang terdampak akan segera diberitahu dan diberikan opsi pemulihan layanan untuk mengelola rencana perjalanan mereka," tambahnya.

Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi dari AirAsia Indonesia langsung ke CNBC Indonesia.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI & Singapura Teken MOU Penanganan Sampah Hingga Karhutla