MARKET DATA

RI Manfaatkan US$ 3,4 M Dana JETP Garap Proyek Hijau, Ini Daftarnya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
30 June 2026 17:30
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memastikan, proyek hijau atau green economy terus berjalan di Indonesia dengan dukungan dana dari berbagai negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kerja kerja sama pembiayaan antara negara maju dan negara berkembang melalui Just Energy Transition Partnership (JETP) mampu membiayai bermacam proyek di tanah air.

Ia mengatakan, dari total komitmen dana JETP senilai US$ 21,4 miliar, telah terealisasi US$ 3,4 miliar untuk pengerjaan berbagai proyek, seperti geotermal di Muara Labuh di Sumatera Barat dan Waste to Energy di Jawa Barat.

"Proyek geotermal di Muara Labuh di Sumatera Barat. Kemudian juga Waste to Energy di Jawa Barat," ujar Airlangga dalam program Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (30/6/2026).

JETP menjadi bagian penting dari proyek renewable energy, utamanya dengan masuknya target 70 gigawatt energi bersih dalam rencana pengembangan pembangkit hingga 2034.

Adapun total komitmen pendanaan proyek hijau di Indonesia melalui JETP di antaranya berasal dari International Partners Group (IPG) sebesar US$11 miliar dan senilai US$10 miliar dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

"Ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap proyek-proyek renewable di Indonesia," ujar Airlangga.

Komitmen US$21,4 miliar Airlangga sebut menjadi opportunity untuk mempercepat proyek-proyek transformasi energi di Indonesia.

"Jadi ini adalah sebuah proyek komitmen yang besar dan oleh karena itu dengan ketersediaan dana sebesar US$21,4 miliar adalah sebuah dana yang besar dan itu tergantung kepada Indonesia dan lintas kementerian untuk mengakselerasikan," ujarnya.

Airlangga menyebut hingga November 2025, Indonesia telah berhasil memobilisasi US$3,1 miliar melalui skema JETP, sementara US$5,5 miliar lainnya sedang dalam proses negosiasi untuk proyek-proyek konkret.

Ada sejumlah negara mitra juga memberikan dukungan teknis berupa studi dan kerangka implementasi.

"Inggris, Irlandia juga menyampaikan studi mengenai Just Framework yang sudah memberikan langkah-langkah implementatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan inklusivitas dalam transisi energi," imbuhnya.

Adapun sejumlah proyek yang sedang dan akan dijalankan melalui skema pendanaan JETP, antara lain Green Energy Corridor Sulawesi (GECS), program dedieselisasi, proyek geothermal di Sumatra, serta proyek Waste to Energy.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Wakil Ketua MPR Ungkap Kesiapan Indonesia Jadi Pusat CCS Asia Pasifik


Most Popular
Features