Internasional

Manufaktur Thailand Tertekan, Produksi Mobil Anjlok Parah

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 15:35 WIB
Foto: Ilustrasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor manufaktur Thailand masih menghadapi tekanan. Produksi pabrik Negeri Gajah Putih tercatat kembali menyusut pada Mei 2026, dengan penurunan yang lebih dalam dari perkiraan analis, menunjukkan pemulihan industri yang masih rapuh.

Kementerian Perindustrian Thailand pada Selasa (30/6/2026) melaporkan indeks produksi manufaktur turun 0,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei. Angka ini lebih buruk dibandingkan proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan hanya 0,34%.


Meski demikian, kontraksi tersebut sedikit lebih baik dibandingkan revisi penurunan 0,94% yang terjadi pada April. Pemerintah Thailand menyebut pelemahan sektor manufaktur terutama dipicu oleh merosotnya produksi otomotif serta tekanan inflasi yang masih tinggi.

Data Federasi Industri Thailand menunjukkan produksi kendaraan anjlok 17,94% pada Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung turut membebani industri.

Konflik tersebut mendorong kenaikan biaya energi, transportasi, serta mengganggu pengadaan sejumlah bahan baku impor. Sehingga meningkatkan biaya produksi dan logistik bagi pelaku manufaktur.

Di sisi lain, pemerintah menilai sejumlah faktor masih menopang aktivitas industri, termasuk berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah serta kinerja ekspor yang tetap kuat. Kementerian Perindustrian Thailand tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan produksi manufaktur sebesar 1%-2%sepanjang 2026.

Pekan lalu, bank sentral Thailand juga memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Otoritas moneter bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand tahun 2026 menjadi 2,3%, didorong oleh prospek ekspor yang diperkirakan melonjak 14% sepanjang tahun.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: INNOPROM 2026, Kemenperin Pamerkan Mamin - Tekstil Unggulan RI