MARKET DATA
Internasional

Pesawat Airbus A321 Alami Insiden di Udara, Investigasi Digelar

tps,  CNBC Indonesia
30 June 2026 10:40
Sebuah pesawat JetBlue Airways mendarat setelah penerbangan sebelumnya dibatalkan selama pemadaman sistem FAA di Bandara Laguardia di New York City, New York, AS, 11 Januari 2023. (REUTERS/Mike Segar/Foto File)
Foto: Sebuah pesawat JetBlue Airways mendarat setelah penerbangan sebelumnya dibatalkan selama pemadaman sistem FAA di Bandara Laguardia di New York City, New York, AS, 11 Januari 2023. (REUTERS/Mike Segar/Foto File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah insiden udara mencekam menimpa maskapai JetBlue setelah pesawat komersial mereka dilaporkan menabrak sebuah pesawat nirawak (drone) saat sedang melakukan proses pendaratan menuju Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) New York. Badan Penerbangan Federal AS (FAA) langsung bergerak cepat meluncurkan investigasi menyeluruh atas peristiwa yang terjadi pada hari Senin, (29/06/2026).

Mengutip laporan Reuters, pilot pesawat jenis Airbus A321 tersebut melaporkan adanya hantaman objek asing pada ketinggian sekitar 3.000 kaki saat berada dalam fase pendekatan akhir (final approach). Regulator penerbangan AS mengonfirmasi bahwa manifes penerbangan yang lepas landas dari Las Vegas ini mengalami insiden benturan tersebut pada pagi hari sekitar pukul 07.15 waktu setempat.

"Penerbangan mendarat tanpa insiden, penumpang turun secara normal, dan pesawat telah ditarik dari layanan untuk inspeksi pascapenerbangan, yang tidak menemukan adanya kerusakan atau bukti tabrakan," jelas pihak maskapai JetBlue dalam rilis resminya.

Hingga saat ini, pihak otoritas pelabuhan New York dan New Jersey yang mengelola Bandara JFK masih belum bersedia memberikan komentar terkait operator pemilik drone liar tersebut.

Teror benda terbang tak berizin ini sejatinya bukan pertama kali terjadi, di mana beberapa hari sebelumnya sebuah penerbangan milik United Airlines juga mendadak berpapasan dengan drone saat sedang turun menuju Bandara Internasional Newark Liberty pada hari Jumat kemarin.

Maraknya kemunculan pesawat nirawak ilegal ini memicu alarm kewaspadaan tinggi karena wilayah New York-New Jersey saat ini tengah bersiap menghadapi lonjakan permintaan mobilitas seiring status mereka sebagai tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, termasuk laga final pada 19 Juli mendatang.

Merespons ancaman keamanan tersebut, Biro Investigasi Federal (FBI) mengumumkan bahwa mereka bersama jajaran penegak hukum federal lainnya telah menyita ratusan unit gawai terbang ilegal dari zona terlarang.

"Kami dan mitra federal telah menyita lebih dari 500 drone dari ruang udara terbatas di seluruh 11 kota tuan rumah AS sejak dimulainya turnamen sepak bola bulan ini," tegas pihak FBI melalui pernyataan resminya di media sosial X.

Sesuai nota panduan keselamatan udara FAA, menerbangkan drone di dekat kawasan bandara merupakan pelanggaran berat karena objek tersebut sangat sulit dilihat dan dihindari oleh pilot yang sedang mengendalikan pesawat berkecepatan tinggi.

Otoritas penerbangan federal mencatat bahwa mereka menerima lebih dari 100 laporan penampakan drone liar di sekitar bandara setiap bulannya, dan memperingatkan bahwa operator drone tanpa izin dapat dijatuhi hukuman denda finansial yang besar hingga kurungan penjara.

(tps/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Roda Pendaratan Boeing 787 Mendadak Ambruk, Begini Nasib Penumpangnya


Most Popular
Features