Foto Internasional

Tarif Listrik Kian Mencekik, Panel Surya Laris Manis di Tetangga RI

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 19:30 WIB

Warga di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi.

1/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi, menjadikan Filipina sebagai negara dengan pengeluaran terbesar untuk panel surya di dunia sejak perang di Iran dimulai. (REUTERS/Noel Celis)

2/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Distributor listrik terbesar Filipian, Meralco, telah menaikkan harga sebesar 10% sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Kini, rumah tangga rata-rata menghabiskan sekitar 12% dari pendapatan bulanan mereka untuk listrik, dengan asumsi konsumsi listrik mencapai 200 kilowatt-jam — kira-kira rata-rata bulanan untuk tiga orang. (REUTERS/Noel Celis)

3/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Dikutip dari Reuters, Filipina adalah salah satu dari sedikit negara di Asia Tenggara yang hampir tidak memiliki subsidi listrik, dan harga listrik rumah tangganya adalah yang tertinggi di kawasan ini. Hanya Singapura yang mendekati, tetapi daya beli rata-rata warganya hampir 13 kali lebih tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

4/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Adrian Sabatera, seorang insinyur perangkat lunak berusia 39 tahun, telah mempertimbangkan untuk memasang panel surya selama bertahun-tahun tetapi merasa biayanya terlalu mahal. Hal itu berubah seiring penurunan biaya dan kenaikan harga listrik. (REUTERS/Noel Celis)

5/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

"Saya tidak akan terkejut jika sepertiga dari populasi kelas menengah akhirnya menemukan cara untuk menggunakan sistem ini," kata Sabatera setelah baru-baru ini memasang instalasi senilai 570.000 peso (US$9.300) atau sekitar Rp165,9 juta di rumahnya di Manila yang ia tinggali bersama tiga orang lainnya. (REUTERS/Noel Celis)

6/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Tren pemasangan panel surya di atap rumah telah menghasilkan impor panel senilai US$407 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dalam tiga bulan hingga Mei, peningkatan 145% dari tahun sebelumnya, menurut data perdagangan dari China, yang menyumbang sebagian besar pasokan global. Bahkan ketika pengiriman panel dari China turun 13% pada bulan Mei setelah penghapusan potongan pajak, ekspor ke Filipina meningkat hampir sepertiga. (REUTERS/Noel Celis)

7/7 Masyarakat di Filipina berbondong-bondong memasang panel surya di atap rumah untuk menghindari beban kenaikan harga listrik yang tinggi. (REUTERS/Noel Celis)

Philergy German Solar, sebuah perusahaan instalasi yang berbasis di Manila, menerima lebih dari 2,5 kali lipat jumlah permintaan pelanggan dalam lima bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu. Pada satu titik, perusahaan tersebut menerima 3.000 pertanyaan per hari, menurut mitra pengelola Jochen Staudter. (REUTERS/Noel Celis)

Add as a preferred
source on Google