ENERGY FORUM

Potensi Sumur MNK di Blok Rokan Punya Reservoir Berkualitas Dunia

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 11:20 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengungkapkan perkembangan positif dalam pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) di Blok Rokan. Perusahaan menyatakan telah berhasil membuktikan potensi MNK melalui pengeboran dua sumur, yakni Gulamo dan Kelok, yang menunjukkan kualitas reservoir kelas dunia (world class).

Vice President Exploration Pertamina Hulu Rokan, Suprayitno Adhi Nugroho mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya eksplorasi sejak PHR resmi mengelola Blok Rokan pada Agustus 2021.

"Sejak kita alih kelola 2021 Agustus, kemudian sekarang sampai dengan sekarang kita sudah membuktikan pengeboran MNK itu dua sumurnya, itu Gulamo dan Kelok. Alhamdulillah semuanya berhasil. Kita pun menemukan reservoir dengan kualitas world class," kata Suprayitno dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Senin (29/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa saat ini, PHR tengah memasuki tahap appraisal well atau sumur penilaian untuk memvalidasi potensi eksplorasi setelah keberhasilan pengeboran awal.

Menurut Suprayitno, tahap appraisal menjadi langkah penting untuk menguji keberlanjutan produksi dari reservoir MNK yang telah ditemukan.

"Kita coba dan alhamdulillah kita bisa produksikan. Ini kita harus uji lagi durability-nya untuk bisa sustain itu seperti apa melalui tahap appraisal," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pengembangan migas non konvensional (MNK) dapat mulai diimplementasikan dalam waktu dekat. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan saat ini pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) tengah mempercepat penyelesaian kerangka regulasi guna mendukung pengembangan bukan migas biasa tersebut.

Menurut dia, pengembangan migas non konvensional menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

"Jadi untuk ini (MNK) sudah ada kajian awal yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan untuk pengembangan non konvensional ini. Jadi kita mengharapkan peningkatan produksi itu relatif signifikan," ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (5/6/2026).

Ia membeberkan pemerintah tengah membahas sejumlah opsi teknologi yang ditawarkan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan MNK. Beberapa penyedia teknologi telah dipertemukan dengan SKK Migas guna membahas peluang implementasi di lapangan.

Yuliot mengungkapkan SKK Migas menargetkan kerangka regulasi pengembangan migas non konvensional dapat diselesaikan pada akhir Juni. Dengan demikian, implementasi awal dapat dimulai pada Juli mendatang.

"SKK Migas itu minta kalau bisa akhir Juni ini sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi ini kita lagi berkejaran dengan waktu," ujarnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rapat Bareng DPR, DGS Destry Beberkan Langkah BI Amankan Rupiah