MARKET DATA

CNG 3 Kg Pengganti LPG Bakal Beredar, Tabungnya Impor dari China

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
29 June 2026 10:25
Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/20
Foto: Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian ESDM tengah mematangkan skema distribusi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Nantinya, CNG kemasan 3 kg akan dipasarkan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi PT Pertamina (Persero) dengan pola distribusi yang mengadopsi sistem penyaluran LPG.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan distribusi CNG 3 kg akan menggunakan mekanisme yang sama dengan LPG agar lebih mudah diterapkan di masyarakat.

"Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG," jelas Laode beberapa waktu lalu, dikutip Senin (29/6/2026).

Laode menjelaskan, masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Pemerintah akan menerapkan sistem tukar isi gas, sementara kepemilikan tabung tetap berada di tangan badan usaha penyedia.

"Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegasnya.

Untuk tahap awal implementasi, pemerintah memutuskan mengimpor tabung CNG dari China. Langkah tersebut diambil karena teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi yang dibutuhkan belum diproduksi secara massal di dalam negeri.

Menurut Laode, tabung CNG memiliki spesifikasi teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan tabung LPG karena harus mampu menahan tekanan gas hingga 200-250 bar.

Adapun, tabung yang akan digunakan merupakan Tipe 4 berbahan dasar serat fiber. Dibandingkan tabung baja atau Tipe 1, tabung Tipe 4 memiliki bobot yang lebih ringan, namun tetap mampu menahan tekanan tinggi sehingga dinilai lebih aman dan efisien untuk distribusi CNG.

Pihaknya menargetkan pesanan perdana atau first order untuk kebutuhan proyek percontohan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah mewajibkan adanya pemesanan dalam jumlah besar guna menjamin kelangsungan pasokan sebelum nantinya dilakukan proses transfer teknologi untuk produksi di dalam negeri.

"Minimum order ya 100 ribuan (tabung) gitu. Nah makanya kalau ada yang nanya kok belum dibikin ya memang harus diorder 100 ribu atau di atasnya gitu baru," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article CNG 3 Kg Alternatif Pengganti LPG Bakal Beredar, Ini Skema Belinya


Most Popular
Features