FOTO Internasional

Tangis Berubah Jadi Amarah, Keluarga Korban Gempa Blokir Alat Berat

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 16:30 WIB

Keluarga korban gempa di Venezuela memblokir alat berat demi mencari kerabat yang hilang. Korban tewas mencapai 1.450 orang, pencarian masih berlangsung.

1/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Kesedihan dan kemarahan menyelimuti negara bagian pesisir La Guaira, Venezuela, pada Minggu (28/6/2026), ketika keluarga korban gempa memblokir alat berat penyelamat dan menuntut akses ke lokasi bencana. Mereka berjaga di sekitar reruntuhan bangunan dengan harapan anggota keluarga yang hilang masih dapat ditemukan dalam keadaan hidup. (REUTERS/Maxwell Briceno)

2/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6). La Guaira, yang berada di utara Caracas, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah setelah ratusan bangunan runtuh akibat guncangan. Hingga kini, jumlah korban tewas dilaporkan telah mencapai sedikitnya 1.450 orang. (MIGUEL MEDINA/Pool via REUTERS)

3/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Di antara keluarga yang masih menunggu kabar kerabatnya adalah Hector Villegas. Ia mengatakan mantan istrinya, ibu mertuanya, dan cucu tertuanya berada di dalam sebuah gedung saat gempa terjadi. Sejak hari itu, mereka belum berhasil menemukan jenazah ketiga anggota keluarganya. Meski demikian, ia tetap bertahan di lokasi sambil menunggu proses pencarian yang masih berlangsung. (REUTERS/Juan Carlos Hernandez)

4/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Kekecewaan warga memuncak ketika mereka menghentikan sebuah truk yang membawa alat berat. Mereka mendesak agar peralatan tersebut segera dikerahkan ke kawasan tempat mereka mencari korban yang diduga masih tertimbun. Wilker Molaya, seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang, mengaku telah berhasil membebaskan sebagian tubuh putrinya dari reruntuhan. Dengan penuh emosi, ia menolak meninggalkan lokasi dan bersikeras akan terus mencari anaknya. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

5/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Upaya pencarian dan penyelamatan masih menghadapi berbagai kendala. Gempa susulan yang terus terjadi serta minimnya ketersediaan alat berat di sejumlah titik memperlambat operasi di kawasan-kawasan yang paling terdampak. Di tengah keterbatasan tersebut, banyak warga memilih bergotong royong membersihkan puing-puing secara mandiri sambil berharap masih ada korban yang dapat diselamatkan. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)

6/6 Orang-orang berkumpul saat petugas penyelamat membantu upaya penyelamatan setelah gempa bumi melanda negara itu, di La Guaira, Venezuela, 27 Juni 2026. (REUTERS/Maxwell Briceno)

Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (24/6/2026) telah melampaui 1.400 jiwa hingga Sabtu (27/6/2026). Sementara itu, lebih dari 1.600 personel penyelamat dari berbagai negara telah tiba di La Guaira, wilayah yang mengalami dampak paling parah, untuk memperkuat operasi pencarian, evakuasi, dan pemulihan pascabencana. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)

Add as a preferred
source on Google