MARKET DATA

Prabowo Mau Tutup Ratusan BUMN Tahun Ini, Sisa 250 Perusahaan

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
29 June 2026 09:14
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menargetkan restrukturisasi besar-besaran badan usaha milik negara (BUMN) rampung pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memangkas inefisiensi sekaligus mengurangi beban anggaran yang selama ini ditanggung negara.

Prabowo mengungkapkan, pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang beroperasi akan dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan. Saat ini, sekitar 200 perusahaan pelat merah telah ditutup dari total lebih dari 1.000 entitas yang sebelumnya ada.

Menurutnya, jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini menimbulkan biaya operasional dan birokrasi yang besar, namun tidak seluruhnya mampu menghasilkan keuntungan bagi negara.

"Ujungnya nanti 250 (perusahaan). Bayangkan lebih dari 750 kita tutup, 750 direktur utama, 750 direksi kali empat atau kali lima. 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kaya apa, gajinya kaya apa saudara-saudara? Ini uang rakyat semua. Perusahaan (BUMN) tidak untung hanya bayar overhead," kata Prabowo.

Untuk itu Prabowo menginginkan proses restrukturisasi BUMN ini rampung dalam tahun ini.

"Kita mau rasional, efisien, dan ini kita buktikan. Dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Prabowo.

Mengawali pembicaraan itu, Prabowo mengatakan bahwa dirinya mendapatkan usulkan dari para akademisi untuk mengalokasikan laba dari BUMN untuk kegiatan riset dan inovasi. Kepala negara menyetujui usulan ini, namun saat ini dia masih ragu karena banyak perusahaan BUMN yang tidak memiliki laba.

"Masalahnya BUMN-BUMN ini ada labanya nggak? sekarang mulai ada," kata Prabowo.

"Satu tahun ini mulai ada laba, masalahnya BUMN-BUMN ini kita sudah tahulah. Sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," tambahnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Alasan Kuat Prabowo Tak Pangkas Anggaran MBG


Most Popular
Features