Foto Internasional

Gedung Tertinggi Beijing Ditabrak Pesawat, Pilot Tewas-Belasan Terluka

Reuters, CNBC Indonesia
Minggu, 28/06/2026 06:00 WIB

Dalam insiden ini otoritas Beijing mengumumkan bahwa pilot tewas

1/5 Suasana usai pesawat kecil menabrak menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Sebuah pesawat kecil dilaporkan menabrak Menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

2/5 Suasana usai pesawat kecil menabrak menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Akibat insiden tersebut Polisi menutup beberapa jalan menuju gedung tertinggi di pusat bisnis kota, dan saksi mata dilokasi mengatakan panel kaca yang hilang di lantai atas di sisi gedung tersebut. (REUTERS/Maxim Shemetov)

3/5 Suasana usai pesawat kecil menabrak menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Menara CITIC atau China Zun adalah gedung pencakar langit 108 lantai di Beijing timur. Gedung ini merupakan kantor pusat konglomerat milik negara CITIC Group dan merupakan gedung tertinggi di ibu kota China. (REUTERS/Maxim Shemetov)

4/5 Suasana usai pesawat kecil menabrak menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Dalam insiden ini otoritas Beijing mengumumkan bahwa sedikitnya satu orang, yang merupakan pilot pesawat, tewas dalam insiden tersebut, dengan 13 orang lainnya mengalami luka-luka. (REUTERS/Maxim Shemetov)

5/5 Suasana usai pesawat kecil menabrak menara CITIC atau China Zun yang merupakan gedung tertinggi di Beijing, China pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Penyebab insiden yang tergolong langka tersebut masih belum diketahui secara jelas. Namun otoritas China, Sabtu (27/6), mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Add as a preferred
source on Google