CNG 3 Kg Bakal Beredar di Agen-Pangkalan Resmi Pertamina

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 26/06/2026 17:15 WIB
Foto: Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dengan kapasitas 3 kilogram sebagai alternatif penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Kelak, CNG 3 kg ini akan dipasarkan di pangkalan dan agen resmi milik PT Pertamina (Persero).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, bahwa peredaran CNG 3 Kg akan mengikuti pola LPG. "Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG," terang Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).

Kelak, masyarakat tidak akan menyewa atas kepemilikan CNG 3 kg melainkan hanya membeliu isinya saja. "Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegas Laode.


Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan CNG dalam tabung 3 kilogram. Sementara, tabung CNG berkapasitas 12 kilogram dan 50 kilogram telah lebih dahulu digunakan di sektor komersial, seperti dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hotel, restoran.

Karena itu, ia menegaskan penggunaan CNG bukanlah teknologi baru karena sudah lama diterapkan di berbagai sektor. Hanya saja, pemerintah tengah mengembangkan pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga.

"Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fak-Fak datang, tidak. Ini sudah sudah ada ini. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba," ujarnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ambisi RI Jadi Pusat Logistik, Persoalan Regulasi Jadi PR