ENERGY FORUM

Bahlil Mulai Bahas Perpanjangan Kontrak Migas ExxonMobil di Blok Cepu

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 26/06/2026 10:30 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah mulai membahas perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu yang saat ini dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd.

Pada intinya, pemerintah menginginkan skema kerja sama yang memberikan manfaat seimbang bagi negara maupun kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

"Bagi kami adalah kerjasama dengan KKKS itu penting. Pak Joko (Djoko Siswanto--Kepala SKK Migas) saya minta tolong juga ya, Pak Wade (Wade Floyd--Presiden ExxonMobil Indonesia) nanti coba kau terjemahkan perpanjangan Exxon saya sudah bahas, tapi jangan minta terlalu tinggi itu kau punya (bagi hasil). Pak Joko bisa cepat supaya kita butuh win-win," kata Bahlil saat berbicara di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).


Menurutnya, pemerintah menginginkan skema kerja sama yang adil dan seimbang antara negara dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Setikdanya, kedua belah pihak harus sama-sama memperoleh manfaat sehingga tidak terjadi kesenjangan yang terlalu besar.

"Negara dapat apa namanya, KKKS juga bagus. Jadi kita maunya yang setara jangan terlalu jomplang begini nggak bagus. Ya pengusaha juga kan butuh untung tapi negara juga butuh pendapatan," ujar Bahlil.

Asal tahu saja, kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) ExxonMobil di Blok Cepu akan berakhir pada 2035. Saat ini Blok Cepu dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd dengan kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 45%.

Sementara itu, PT Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 45%, sedangkan 10% sisanya dimiliki badan usaha milik daerah (BUMD) yang mewakili tiga kabupaten, yakni Blora, Bojonegoro, dan Tuban, serta dua pemerintah provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Perpanjangan kontrak tersebut dinilai penting karena berpotensi menghadirkan investasi baru dalam jumlah signifikan guna mendukung pengembangan lapangan-lapangan migas di wilayah kerja Blok Cepu.

Saat ini sekitar 95% pendapatan dari produksi Blok Cepu menjadi bagian Indonesia sesuai skema bagi hasil yang berlaku. Di sisi lain, ExxonMobil sebagai operator mengusulkan peningkatan porsi bagi hasil konsorsium agar memiliki ruang pendanaan untuk investasi lanjutan serta penerapan teknologi baru.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Genjot Lifting Migas Agar Tak Terus Turun, Bahlil Punya 3 Jurus