FOTO Internasional

Potret Demo 'Aksi Berdarah', Polisi Lempar Gas Air Mata-Beri Ultimatum

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 26/06/2026 06:40 WIB

Polisi Kenya menembakkan gas air mata saat aksi mengenang korban protes 2024 di Nairobi. Demonstran menuntut keadilan bagi puluhan korban tewas.

1/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Polisi Kenya menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang berkumpul di Nairobi pada Kamis (25/6/2026) dalam aksi peringatan dua tahun demonstrasi anti-pemerintah yang menewaskan puluhan orang pada 2024. Puluhan warga turun ke jalan untuk mengenang para korban yang tewas dalam unjuk rasa menentang kenaikan pajak dan tingginya biaya hidup. (REUTERS/Monicah Mwangi)

2/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Aksi peringatan tersebut digelar bertepatan dengan ulang tahun kedua kerusuhan besar yang terjadi pada Juni 2024, ketika para demonstran menerobos kompleks parlemen Kenya. Menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya, sedikitnya 60 orang tewas dalam penindakan aparat saat itu. Para penyelenggara tahun ini menuntut keadilan bagi para korban serta penyelidikan yang kredibel terhadap dugaan pelanggaran oleh aparat keamanan. (REUTERS/Monicah Mwangi)

3/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Seorang koresponden Reuters menyaksikan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga yang berkumpul secara damai di dekat kantor polisi utama Nairobi. (REUTERS/Monicah Mwangi)

4/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Nampak Petugas polisi menyeret beberapa pengunjuk rasa untuk ditahan saat aksi berlangsung. Sebelumnya, sedikitnya enam orang ditahan ketika hendak meletakkan bunga di luar gedung parlemen sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. (REUTERS/Monicah Mwangi)

5/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Penggunaan gas air mata juga terlihat di sejumlah kawasan pinggiran ibu kota. Sementara itu di Mombasa, puluhan peserta pawai dikawal oleh aparat keamanan selama kegiatan berlangsung. Polisi memasang penghalang jalan dengan truk meriam air dan memagari kompleks parlemen menggunakan kawat berduri. Sejumlah tokoh oposisi, keluarga korban, serta aktivis hak asasi manusia turut bergabung dalam upaya meletakkan bunga di sekitar parlemen.  (REUTERS/Monicah Mwangi)

6/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Petugas polisi berkuda juga berusaha untuk membubarkan massa. Menjelang aksi, pusat bisnis Nairobi tampak lengang setelah banyak toko dan restoran memilih tutup. Pemerintah menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang memanfaatkan aksi untuk melakukan kekacauan atau tindak kriminal. Menteri Dalam Negeri Kipchumba Murkomen mengatakan pelaku penjarahan, perusakan properti, dan gangguan terhadap aktivitas ekonomi akan ditindak sesuai hukum. (REUTERS/Monicah Mwangi)

7/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Seorang demonstran membawa peti mati tiruan selama aksi berlangsung. Edith Wanjiku, ibu dari Ibrahim Kamau yang tewas dalam demonstrasi 2024 saat berusia 19 tahun, mengaku kecewa karena akses menuju lokasi diblokir aparat. Ia mendesak Presiden Kenya, William Ruto, untuk memastikan para petugas yang bertanggung jawab atas kematian para demonstran diadili dan korban memperoleh kompensasi. (REUTERS/Laban Walloga)

8/8 Seorang pria berlari menerobos gas air mata yang digunakan polisi untuk membubarkan demonstran selama demonstrasi untuk memperingati ulang tahun kedua protes anti-pemerintah yang mematikan pada tahun 2024, di Nairobi, Kenya, 25 Juni 2026. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Presiden Ruto sebelumnya mengakui adanya kasus penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan dan mengumumkan dana kompensasi sebesar 2 miliar shilling Kenya (sekitar 15,5 juta dolar AS) bagi korban pelanggaran terkait protes. Namun kelompok masyarakat sipil menilai langkah tersebut belum cukup dan menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kematian para demonstran. (REUTERS/Monicah Mwangi)

Add as a preferred
source on Google