Penembakan oleh remaja berusia 14 tahun di sebuah sekolah di pinggiran kota Bangkok, menggegerkan Thailand, Jumat.
Penembakan oleh remaja berusia 14 tahun di sebuah sekolah di pinggiran kota Bangkok, menggegerkan Thailand, Jumat. Dalam foto terbaru, Minggu, sejumlah orang memberikan penghormatan selama pemakaman pelaku dan korban di sebuah kuil di Provinsi Nonthabur. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Penembakan ini menewaskan sejumlah orang termasuk pelaku dan melukai lebih dari 20 orang lainnya. Insiden ini menjadi penembakan massal paling mematikan di Thailand sejak 2022 dan kembali memicu perdebatan mengenai pengendalian kepemilikan senjata api di negara tersebut. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pemakaman juga dilakukan di kuil lain di distrik Bang Kruai, Nonthaburi, untuk seorang guru yang menjadi korban penembakan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Ibu pelaku meminta maaf atas tindakan anaknya. Ia mengaku sangat terpukul dan tak menyangka hal itu terjadi. Ibu remaja tersebut mengatakan kepada bahwa dirinya tidak melihat tanda-tanda perilaku bermasalah sebelum kejadian. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Dalam penyelidikan terbaru polisi sebagaimana dimuat Reuters, Senin (10/8/20206), pelaku sebelumnya pernah membawa senjata jenis air gun ke sekolah hingga disita oleh seorang guru pada tahun lalu. Penyelidikan juga menemukan bahwa remaja tersebut mengakses konten kekerasan di media sosial dan menggunakan media sosial untuk mempelajari cara menggunakan senjata api. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Jumat lalu itu, pelaku dilaporkan menembak mati kakek-neneknya terlebih dahulu sebelum membunuh beberapa orang di Sekolah Debsirin Nonthaburi dan kemudian bunuh diri. Jumlah korban tewas dalam penembakan tersebut mencapai sembilan orang termasuk pelaku. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Sementara itu, polisi Thailand juga telah memanggil beberapa siswa dan guru dari sekolah tersebut Sabtu untuk menyelidiki motif pelaku penembakan berusia 14 tahun dan sumber amunisi. (REUTERS/Athit Perawongmetha)