FOTO Internasional

Potret 'Kuburan Mobil' di Negara Perang: Dirudal-Langsung Jadi Abu

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 26/06/2026 05:00 WIB

Ribuan kendaraan rusak dan dijarah masih menjadi saksi bisu perang di Khartoum, Sudan. Lebih dari 92.000 kendaraan dilaporkan hilang sejak konflik pecah.

1/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Ribuan kendaraan yang ditinggalkan, dijarah, dan rusak akibat perang masih memenuhi berbagai sudut ibu kota Sudan, Khartoum, lebih dari setahun setelah militer Sudan berhasil merebut kembali kota tersebut dari kelompok paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF). Kondisi itu menjadi salah satu jejak paling nyata dari konflik berkepanjangan yang melanda negara tersebut sejak 2023. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

2/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Pihak berwenang Sudan kini berupaya membersihkan kota dengan mengumpulkan kendaraan-kendaraan yang terbengkalai di jalan dan ruang publik. Juru bicara kepolisian, Fath Al-Rahman Muhammad Al-Toum, mengatakan lebih dari 92.000 laporan kendaraan hilang telah diajukan oleh warga. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

3/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Polisi juga berhasil menemukan sekitar 650 kendaraan di Sudan Selatan dan lebih dari 100 kendaraan di Chad, sementara kendaraan lainnya terlacak hingga Niger dan Burkina Faso. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

4/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Meski demikian, proses pemindahan kendaraan menghadapi berbagai kendala, termasuk biaya operasional yang tinggi dan tantangan logistik. Direktur Eksekutif Wilayah Khartoum, Abdul-Moneim Bashir, menyebut upaya pembersihan kota berjalan lambat karena besarnya jumlah kendaraan yang harus dievakuasi dari berbagai lokasi. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

5/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Bagi sebagian warga, upaya tersebut tetap membawa harapan. Talaat Sayed, yang kehilangan dua mobil selama konflik berlangsung, berharap kendaraannya dapat ditemukan kembali sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli yang baru. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

6/6 Mobil-mobil dengan lubang bekas peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berwenang di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan yang ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil curian dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Di sisi lain, para sukarelawan turut membantu pemilik kendaraan melalui media sosial untuk mengidentifikasi mobil yang ditemukan. Konflik yang pecah antara RSF dan militer Sudan sejak April 2023 telah menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, serta menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan harta benda masyarakat. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Add as a preferred
source on Google