Para pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di jalanan Jenewa, Swiss, salah satu dari negara temana dunia, Minggu waktu setempat. (REUTERS/Umit Bektas)
Mengutip Reuters, Senin (15/6/2026), dalam insiden tersebut, meriam air dikerahkan ke arah demonstran. Sementara polisi menyemprotkan air untuk membubarkan massa yang bertahan menggunakan payung serta penghalang darurat di jalanan kota. (REUTERS/Denis Balibouse)
Aksi protes yang berlangsung sebagai bagian dari gelombang demonstrasi menjelang KTT G7 yang akan digelar di Prancis. (REUTERS/Denis Balibouse)
Protes semacam ini telah menjadi pola berulang dalam setiap pertemuan G7, dengan peserta aksi kerap menyuarakan penolakan terhadap kapitalisme, globalisasi, perubahan iklim, serta ketimpangan ekonomi dan sosial. (REUTERS/Denis Balibouse)
Para demonstran menilai G7 sebagai simbol konsentrasi kekuasaan politik dan ekonomi dunia. Sentimen itu turut dipicu oleh meningkatnya sorotan terhadap kesenjangan kekayaan global, termasuk laporan bahwa pemilik Tesla, Elon Musk, yang pernah menjadi penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, baru-baru ini menjadi triliuner pertama di dunia. (REUTERS/Umit Bektas)
Di tengah aksi tersebut, sejumlah demonstran dilaporkan membakar sebuah mobil Tesla serta menghancurkan jendela sebuah bank di Jenewa. Insiden ini terjadi saat situasi di beberapa titik aksi mulai memanas. (REUTERS/Denis Balibouse)
Polisi menyebut sebagian besar demonstrasi tetap berlangsung damai, meski terdapat kelompok yang melakukan tindakan anarkistis. Aparat juga telah menyita beberapa pisau dan alat peledak selama pengamanan berlangsung. (REUTERS/Umit Bektas)