Perkuat Posisi Nilai Tawar, Petani RI Perlu Lakukan Ini!

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 13:48 WIB
Foto: Kolaborasi Pemerintah, Agrinas - Rumah Tani Perkuat Posisi Tawar Petani-Nelayan

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar mengungkapkan posisi petani di Indonesia masih terbilang lemah. Menurut dia, para petani masih belum memiliki posisi tawar yang kuat dalam ekosistem pangan nasional.

Bahtiar menjelaskan hal ini disebabkan karena para petani belum memiliki kelembagaan petani. Dalam hal ini petani masih melakukan proses pertaniannya atau produksi pertanian secara individu.

"Sehingga hasil panennya pun sedikit. Dan ketika hasil panennya sedikit untuk mengakses pasar itu cukup sulit. Karena apa? Karena kos logistiknya akan cukup tinggi," jelas dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Selasa (23/6/2026).


Untuk itu kata dia, diperlukan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan nilai tawar para petani. Salah satu caranya kata dia adalah melalui Koperasi Desa Merah Putih.

"Karena dengan terkonsolidasinya hasil pertanian, itu akan menekan cost logistik dan bagi market itu mudah membacanya," ungkap Bahtiar.

Bahtiar mencontohkan konsolidasi dilakukan antar daerah yang memiliki komoditas cabe dan daerah dengan komoditas kubis. Konsolidasi ini akan memperkuat ekosistem dari berbagai komoditas tersebut.

"Sehingga justru sekarang kami melihat pemerintah sendiri sedang mendorong agar petani itu memiliki nilai tawar yang tinggi," jelas Bahtiar.

Lebih lanjut dia menegaskan keberhasilan ekosistem pertanian nantinya dapat meningkatkan generasi muda untuk bertani. Menurut dia, generasi muda memerlukan dorongan untuk ikut melirik potensi sektor pertanian.

"Maka dari itu kita harus munculkan bahwa ekosistem pertanian itu berhasil dan mampu dipublikasi terhadap anak-anak muda bahwa itu bisa menjadi salah satu solusi," kata dia.

"Kami melihat bahwa contohnya di beberapa daerah petani-petani kami itu income-nya itu di atas UMK loh. Di atas UMK-UMK daerah karena memang pendapatannya itu lebih tinggi," pungkas Bahtiar.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Jateng Genjot PAD lewat BUMN & Gaet Investasi Daerah