MARKET DATA

Harga Oli Sampai Pertamax Terbang, Konsumen Beralih ke Motor Listrik?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
23 June 2026 15:20
PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)
Foto: PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan satu-satunya faktor yang mulai mendorong masyarakat melirik kendaraan listrik. Produsen motor listrik Alva melihat kenaikan harga oli dan biaya perawatan kendaraan konvensional juga mulai masuk dalam pertimbangan konsumen saat memilih kendaraan.

Fenomena tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pengeluaran transportasi. Jika sebelumnya fokus hanya pada harga BBM, kini biaya servis juga mulai menjadi sorotan karena terus mengalami kenaikan.

"BBM naik itu memang punya pengaruh. Tapi sekarang harga oli juga sudah naik. Harga sparepart juga sudah naik. Jadi alasan-alasan ini yang dikombinasikan akhirnya membuat permintaan motor listrik meningkat di 2026," kata Chief Marketing Officer ALVA, Putu Aditya Yudha atau Adit di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Banyak pengguna sepeda motor yang tetap ingin menggunakan BBM sesuai spesifikasi pabrikan demi menjaga performa mesin. Namun di sisi lain, biaya perawatan motor bensin ikut bertambah dari waktu ke waktu.

Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen mulai membandingkan total biaya kepemilikan antara motor bensin dan motor listrik. Apalagi kendaraan listrik tidak membutuhkan sejumlah komponen perawatan yang umum ditemui pada motor konvensional.

"Kalau bicara biaya servis, motor listrik tidak perlu ganti oli, tidak perlu ganti filter oli, tidak perlu ganti filter bensin. Jadi secara operasional memang jauh lebih ringan," ujar Adit.

Alva mengaku belum merilis perhitungan detail mengenai selisih biaya perawatan kedua jenis kendaraan tersebut. Namun perusahaan memastikan penghematan yang diperoleh pengguna motor listrik cukup signifikan.

"Kalau BBM kan langsung terasa setiap kali isi. Kalau oli biasanya baru terasa saat servis. Tapi seharusnya kenaikan harga oli juga membuat masyarakat semakin mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif," katanya.

Selain penghematan dari sisi perawatan, perusahaan juga melihat adanya keuntungan dari penggunaan energi listrik yang dinilai lebih efisien dibandingkan bahan bakar minyak. Faktor ini menjadi semakin relevan ketika harga BBM dan biaya servis kendaraan terus meningkat.

Putu menilai dampak kenaikan harga oli memang tidak langsung dirasakan konsumen seperti kenaikan BBM. Namun saat jadwal servis tiba, pengguna kendaraan mulai menyadari bahwa biaya perawatan kini lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

"Secara kualitatif, dalam banyak obrolan dengan calon konsumen, faktor kenaikan BBM dan harga oli itu memang mulai muncul sebagai salah satu alasan mereka mempertimbangkan beralih ke motor listrik," tutup Putu.

(hoi/hoi) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Energi Dunia Gonjang-Ganjing, Bos Motor Listrik Bilang Begini


Most Popular
Features