Pemerintah Kompak Sebut Harga Pertamax Bisa Turun Lagi, Ini Syaratnya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 11:40 WIB
Foto: Pertamina tegaskan kualitas BBM Pertamax (RON 92) sesuai spesifikasi. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memberi sinyal bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, termasuk Pertamax, berpotensi kembali turun. Terutama apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia berlanjut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis melemahnya harga minyak global akan berdampak positif terhadap harga BBM non-subsidi di dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi pada 10 Juni 2026 seiring lonjakan harga minyak dunia. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.


"Tetapi saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia harga Pertamax dan lain-lain akan turun. Fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," kata Purbaya dikutip Selasa (23/6/2026).

Dia mengakui kondisi ketika harga minyak dunia naik, Indonesia berada dalam ujian yang sulit. Namun, dia melihat Indonesia telah melewati ujian yang sulit tersebut.

"Tinggal memperbaiki kondisi yang sudah ada," katanya. Dengan perbaikan ini, dia yakin pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ke depannya bisa tercapai.

Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin pagi (22/6/2026), setelah pekan lalu mengalami koreksi tajam akibat meredanya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah.

Terpisah, Juru Bicara Menteri ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa harga BBM non subsidi diantaranya produk RON 92 Pertamax berpotensi kembali turun jika harga minyak dunia mengalami penurunan.

Dwi menjelaskan BBM non subsidi mengikuti mekanisme harga pasar. Hal itu juga tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG/01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar perhitungan eceran BBM.

"Apakah (Pertamax) bisa turun lagi? pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," katanya, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah pekan lalu.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: ESDM Buka Suara Soal Perbedaan Skema Harga BBM