MARKET DATA

Sudah Bukan Rp12.300/Liter, Segini Ternyata Harga Asli BBM Pertamax

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
06 April 2026 08:40
Nozzle BBM Pertamax dan Pertamax Turbo di SPBU Pertamina. (Dok: PT Pertamina Patra Niaga)
Foto: Nozzle BBM Pertamax dan Pertamax Turbo di SPBU Pertamina. (Dok: PT Pertamina Patra Niaga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang saat ini ditahan oleh pemerintah di kisaran Rp12.300 per liter rupanya masih berada di bawah harga keekonomiannya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai harga keekonomian BBM non subsidi untuk Pertamax berada di level Rp18.740 per liter. Sementara, untuk Pertamina Dex diperkirakan mencapai Rp25.560 per liter.

Dengan begitu, maka terdapat selisih yang cukup signifikan antara harga jual dan harga keekonomian. Untuk Pertamax, selisihnya mencapai sekitar Rp6.440 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp11.060 per liter.

"Harga keekonomian BBM non subsidi di level Rp18.740 per liter untuk RON 92. Sementara Pertamina Dex di Rp25.560 per liter. Selisihnya berarti pemerintah tanggung kompensasi RON 92 sebesar Rp6.440 per liter dan Dex Rp11.060 per liternya," kata Bhima kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (6/4/2026).

Bhima menilai, selisih tersebut pada akhirnya berpotensi masuk ke dalam skema kompensasi pemerintah. Kondisi ini berisiko menambah tekanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Purbaya bilang bengkak Rp100 triliun subsidi energi, tapi ditambah kompensasi BBM non subsidi diperkirakan kebutuhan diatas Rp130-150 triliun," ujarnya.

Terpisah, Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan bahwa harga keekonomian BBM Pertamax sejatinya sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni harga minyak global dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut dia, dengan harga minyak dunia yang masih berada di kisaran US$80-90 per barel serta nilai tukar rupiah di atas Rp15.500 per dolar AS, harga keekonomian Pertamax saat ini diperkirakan berada di rentang Rp14.500 hingga Rp15.500 per liter.

"Dengan kondisi sekarang harga minyak masih relatif tinggi di kisaran 80-90 dolar AS per barel dan rupiah di atas Rp15.500 maka secara kasar harga keekonomian Pertamax itu ada di rentang Rp14.500 sampai Rp15.500 per liter," ujar Yusuf.

Sementara itu, harga jual produk BBM Pertamax milik PT Pertamina (Persero) saat ini masih berada di sekitar Rp12.300 per liter. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp2.200 hingga Rp3.200 per liter dibandingkan harga keekonomiannya.

Menurut dia, selisih ini pada dasarnya tidak hilang, tapi berpindah menjadi beban. Dalam jangka pendek biasanya ditahan oleh badan usaha.

"Dalam hal ini margin Pertamina yang tertekan dan kalau gapnya makin besar atau berlangsung lama, pada akhirnya berpotensi masuk sebagai beban fiskal melalui skema kompensasi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa di situlah letak dilema kebijakan, di mana penahanan harga memang membantu menjaga daya beli dan menahan inflasi, terutama di tengah ketidakpastian global, namun jika berlangsung terlalu lama, risikonya akan mulai menumpuk.

Tak hanya Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta, seperti BP-AKR, hingga PT Vivo Energy Indonesia juga masih menahan harga. Sebagai contoh, badan usaha swasta seperti BP misalnya untuk BP 92 terpantau masih ditahan di level Rp12.390 per liter. Begitu juga dengan produk BBM Vivo yakni Revvo 92 yang terpantau masih dijaga di level Rp12.390 per liter.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga BBM Terbaru di Seluruh SPBU RI, Berlaku 10 November


Most Popular
Features