ESDM Sudah Setujui RKAB 2026 Produksi Batu Bara 600 Juta Ton Lebih

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 22/06/2026 18:45 WIB
Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk produksi batu bara 2026 telah mencapai lebih dari 600 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno membeberkan bahwa volume RKAB yang telah disetujui pemerintah saat ini berada di kisaran 600 juta ton.

"600 (juta) something-lah. He eh, lebih sedikit," kata Tri ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/6/2026).


Meski demikian, Tri belum memerinci secara detail target produksi batu bara nasional tahun 2026. Pasalnya, pemerintah masih akan melihat perkembangan kebutuhan pasar domestik, khususnya permintaan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN.

"Nanti lihat, lihat DMO-nya seperti apa. Karena yang diminta PLN kan yang medium ya," ujar Tri.

Di sisi lain, Tri menegaskan pihaknya selama ini melakukan monitoring secara berkala terkait pengawasan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Hanya saja, pelaksanaan kontrak pengadaan menjadi kewenangan dari perusahaan yang bersangkutan.

"Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN," ujar Tri.

Selain itu, pemerintah juga telah menugaskan perusahaan tambang batu bara untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 191 juta ton. Sementara kebutuhan batu bara PLN untuk pembangkit listrik nasional berada pada kisaran 152 juta hingga 154 juta ton per tahun.

"Nah kebutuhan PLN kan 152-154 juta ton. Nah kan sebetulnya ada space ya, nah itu kan terus tindak lanjutnya oleh kontraknya PLN. Nah kontraknya PLN itu sudah 134 sebetulnya. Nah terkait dengan scheduling kan bukan di Minerba, gitu. Tapi mudah-mudahan ke depan ini pelajaran yang berharga," kata Tri.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Bahlil Perintahkan Perusahaan Pasok 190 Juta Ton Batu Bara ke PLN