Libur Sekolah dan Nataru, Tiket Kereta Sampai Kapal Pelni Didiskon 30%
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi pada periode libur sekolah 2026 serta libur Natal dan tahun baru 2026/2027. Tiket kereta api hingga kapal laut dan pesawat terbang didiskon sampai 30%.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi. Harapannya, hal tersebut dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat, serta mendorong peningkatan pergerakan orang dan aktivitas ekonomi selama periode liburan.
"Kami menyampaikan program stimulus transportasi selama libur sekolah dan periode Natal dan Tahun Baru," ungkap Dudy saat umumkan Stimulus Ekonomi Semester II 2026 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Untuk periode Libur Sekolah, insentif diskon transportasi sebesar 30% dari harga tiket untuk kereta api dari tanggal 20 Juni 2026 hingga 5 Juli 2026, insentif/diskon sebesar 30% dari tarif dasar juga diberikan untuk kapal Pelni periode 20 Juni 2026 hingga 15 Agustus 2026. Ada lagi gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP dari tanggal 20 Juni 2026 hingga 5 Juli 2026.
"Total alokasi anggaran sebesar Rp190,5 miliar dengan target dasar 3 juta penumpang. Ditambah Subsidi PPN DTP 100% pesawat udara berjadwal kelas ekonomi pada 24 Juni sampai 5 Juli 2026 dengan anggaran Rp472,5 miliar untuk 2,3 juta penumpang," ucapnya.
Kemudian untuk periode Natal dan Tahun Baru, insentif dan diskon diberikan sebesar 30% untuk kereta api dari tanggal 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, diskon 30% tarif dasar untuk kapal Pelni periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, serta gratis jasa kepelabuhan ASDP dari tanggal 22 Desember 2026-10 Januari 2027.
Total alokasi anggaran sebesar Rp161,4 miliar dengan target dasar 2,8 juta penumpang. Ditambah subsidi PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi dengan anggaran Rp722 miliar untuk 3,7 juta penumpang.
"Total anggaran untuk 2 momentum kita sebesar Rp 1,54 triliun," sebutnya.
(wur/wur) Add
source on Google