MARKET DATA

Mau Bangun Bisnis Instan Tanpa Berdarah-darah, Mendag Beri Saran Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
22 June 2026 14:50
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat pembukaan cabang Ayam Gepuk Pak Gembus Spot Plus di Tebet, Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat pembukaan cabang Ayam Gepuk Pak Gembus Spot Plus di Tebet, Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan model bisnis waralaba sebagai salah satu strategi mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Menurut Budi, waralaba dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha maupun calon pengusaha yang ingin memulai bisnis tanpa harus membangun semuanya dari nol. Ia menilai model bisnis tersebut memberikan kepastian yang lebih besar karena sistem usaha, produk, hingga manajemen telah teruji.

Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri peluncuran Ayam Gepuk Pak Gembus Spot Plus. Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi perkembangan Ayam Gepuk Pak Gembus yang kini telah memiliki sekitar 700 gerai di dalam maupun luar negeri.

"Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ayam Gepuk Pak Gembus ya, yang sekarang sudah mempunyai outlet kurang lebih 700 ya di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Budi dalam sambutannya, Senin (22/6/2026).

Ia mengatakan, pemerintah bersama pelaku usaha dan asosiasi waralaba akan terus berkolaborasi untuk mengembangkan ekosistem bisnis waralaba di Indonesia.

"Saya kira model bisnis waralaba ini salah satu alternatif ketika kita, teman-teman UMKM juga yang ingin membuka usaha yang tidak harus dimulai dari nol ya. Kadang-kadang kalau, kalau teman-teman misalnya punya modal itu suka bingung mau bikin usaha apa. Kalau mulai dari nol itu oh pikirannya ke mana-mana terus akhirnya karena banyak yang dipikirkan malah gak jadi. Tetapi salah satu solusinya adalah dengan waralaba," ujarnya.

FranchiseFranchise Foto: Lynda

Budi menjelaskan, pelaku usaha yang bergabung dalam sistem waralaba tidak perlu membangun merek, sistem operasional, maupun manajemen bisnis dari awal. Karena itu, peluang keberlangsungan usaha dinilai lebih terjamin.

"Ketika kita ikut waralaba kan sebenarnya sudah ada ya, sudah ada barangnya, manajemennya sudah ada, jadi kita seperti ya kurang lebih sebenarnya ambil tanam modal ya, saham gitu ya, tapi dalam bentuk yang berbeda, kita dalam bentuk ikut menjalankan kegiatan usaha itu. Jadi keberlangsungan usaha kita lebih terjamin," ucap dia.

Meski demikian, Budi menegaskan tidak semua usaha bisa langsung diwaralabakan. Menurutnya, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar kualitas dan kepercayaan terhadap model bisnis waralaba tetap terjaga.

"Karena ada syaratnya kan untuk bisa mewaralabakan produknya, ya minimal sudah harus usaha sekian tahun dan mempunyai persyaratan yang ketat, yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan. Kita juga tidak ingin setiap usaha itu dengan cepat mewaralabakan ya, karena harus benar-benar teruji jangan sampai nanti diwaralabakan tapi memang terbukti kurang bagus," kata Budi.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya menjaga citra industri waralaba agar tetap dipercaya masyarakat dan investor.

"Sehingga kalau seseorang sudah mewaralabakan berarti jaminan usahanya akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengakui kondisi pasar global saat ini masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian geopolitik dan konflik yang belum berakhir. Namun demikian, ia meminta pelaku usaha tetap optimistis dan terus berinovasi.

"Nah kita akan terus mempromosikan ya, biar usaha kita ini tumbuh terus, dalam kondisi geopolitik sekarang, pasar global yang sedang tidak bagus, apalagi perang ternyata masih berlanjut gitu ya. Ya itu yang menurut kita banyak tantangan, tidak hanya di Indonesia, hampir di semua negara mengalami," jelasnya.

Menurut Budi, tantangan ekonomi global tidak boleh membuat dunia usaha kehilangan optimisme.

"Tetapi kita tidak boleh putus asa, kita harus terus berinovasi, kita terus harus berkolaborasi antara swasta dan pemerintah dan kita harus terus berpikir positif ya, berpikir yang optimis, tidak boleh pesimis, kita harus optimis terus dalam kondisi apapun," ujar dia.

Budi juga mengatakan, pemerintah akan terus mendorong promosi merek-merek waralaba nasional, termasuk melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia yang akan digelar pada 14-18 Oktober mendatang.

"Tahun lalu kita mengundang atau yang hadir sekitar 8.000 dari luar negeri. Nah sekarang tidak hanya Pak Gembus yang ada di luar negeri, banyak produk kita yang sudah masuk di pasar global," pungkasnya.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saingan McDonald's Bangkrut, Puluhan Gerai Terancam Tutup


Most Popular
Features