Internasional

Tok! Anwar Ibrahim Turunkan Harga Solar Subsidi

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Minggu, 21/06/2026 20:15 WIB
Foto: SPBU Petronas. (Facebook/Petronas Sultan Iskandar)

Jakarta, CNBC Indonesia — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar diesel bersubsidi bagi seluruh rakyatnya menjadi 2,10 ringgit (Rp 9.030) per liter. Kebijakan pelonggaran beban ekonomi ini dijadwalkan bakal mulai berlaku secara serentak di seluruh wilayah Malaysia pada bulan Juli mendatang.

Mengutip akun Instagram @anwaribrahim_my, hari Minggu (21/06/2026), keputusan pemangkasan harga dari yang sebelumnya sebesar 2,15 ringgit (Rp 9.245) per liter ini diumumkan langsung oleh sang PM saat melakukan kunjungan kerja di Bintulu.

Skema penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi terbaru ini nantinya akan diimplementasikan secara seragam di seluruh negeri melalui mekanisme penggunaan kartu identitas nasional MyKad.


"Tatkala dunia masih bergelut dengan krisis bekalan global, Kerajaan MADANI memilih untuk memastikan hasil reformasi, pelaburan dan pertumbuhan ekonomi negara dipulangkan semula kepada rakyat melalui penurunan harga diesel bersubsidi ini," tulis keterangan resmi Anwar Ibrahim mengenai visi kerakyatan di balik kebijakan tersebut.

Selain menurunkan harga komoditas diesel, pihak pemerintah juga memastikan akan tetap menjaga stabilitas harga bahan bakar jenis lainnya demi menopang daya beli masyarakat. PM Anwar menegaskan komitmen kabinetnya untuk mempertahankan harga jual eceran bensin jenis RON95 bersubsidi tetap stabil pada level harga 1,99 ringgit (Rp 8.557) per liter.

Kebijakan penyesuaian tarif energi ini diharapkan mampu menjadi stimulus positif bagi roda perekonomian domestik di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Pihak Kementerian Keuangan II Malaysia dijadwalkan bakal memaparkan secara menyeluruh mengenai rincian teknis serta aturan pelaksanaan insentif subsidi diesel ini kepada publik pada esok hari.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Pemerintah Berhemat Saat Harga Minyak Melesat