MARKET DATA

Gubernur Sherly Siap "Sulap" Nikel Jadi Kekayaan Warga Maluku Utara

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 June 2026 15:29
Sherly Tjoanda usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Maluku Utara di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Foto: Sherly Tjoanda usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Maluku Utara di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mulai menyiapkan peta jalan untuk mengubah nilai hasil tambang nikel Maluku Utara untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal. Mengingat seiring berjalannya waktu, cadangan mineral akan terus berkurang namun perekonomian harus tetap berkembang.

Sherly menegaskan komitmennya untuk menggunakan momentum pertumbuhan ekonomi tinggi guna membangun sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menilai kekayaan sumber daya alam bisa menjadi modal investasi manusia yang berkelanjutan bagi masa depan daerah.

"Tugas kita saat ini adalah bagaimana mengkonversi kekayaan alam kita dalam hal ini nikel menjadi jembatan, menjadi leverage, menggunakannya sebagai modal untuk menyiapkan jalan jembatan yang lebih baik, konektivitas, pendidikan, kesehatan, menyiapkan mereka pilihan peluang masa depan yang lebih baik, bagaimana menjadikan kekayaan alam menjadi kekayaan manusia," katanya dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Jumat (19/6/2026).

Pihaknya saat ini tengah mengembangkan bidang pendidikan vokasi dan politeknik di wilayah penghasil nikel tersebut. Tidak lain hal itu agar bisa mengurangi kesenjangan keahlian antara sistem edukasi dengan kebutuhan industri teknologi tinggi di Maluku Utara.

"Persiapan sumber daya manusia kita tidak bisa seperti dulu lagi, kita harus berubah dengan sangat cepat. Dan yang paling mengerti kurikulum dan bagaimana menyiapkan sumber daya manusianya adalah pelaku industri tersebut sendiri," lanjutnya.

Pihaknya juga terus mengembangkan sektor infrastruktur dasar untuk mendukung tulang punggung mata pencaharian di wilayah tersebut, seperti petani dan nelayan. Sherly menargetkan kekayaan alam daerah dapat dialihkan untuk membiayai fasilitas kesehatan dan konektivitas jalan yang selama ini masih menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah.

"Sebelum habis, bagaimana kekayaan alam Maluku Utara dijadikan modal untuk mengisi kekayaan manusia Maluku Utara. Bahwa ke depan Maluku Utara itu bisa sejahtera tanpa bergantung lagi terhadap nikel, bahwa mereka sudah memiliki diversifikasi industri lainnya yang bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang stabil," papar Sherly.

Dengan begitu, dia yakin pengembangan industri masa depan di Maluku Utara bisa didorong melalui sumber daya manusia lokal. Hal itu juga diharapkan bisa memberikan masyarakat lokal kehidupan yang lebih baik.

"Bahwa akan semakin banyak anak-anak Maluku Utara yang punya pendidikan yang tinggi, punya skill yang high tech, bahwa kalau pun mereka tetap menjadi petani dan nelayan tetapi sudah melakukannya dengan teknologi, dengan nilai tukar yang baik," tandasnya.

(ven/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gubernur Sherly Beberkan 2 Isu Utama Maluku Utara: Jalan & Jembatan


Most Popular
Features